January 2009


Akhirnya sore ini mendengar berita yang membahagiakan, senengnya..ikut seneng. Untuk salah satu sahabat terbaikku nan jauh di sana. Begitu berliku kisahnya, mengharukan, melankolis, dan macem2lah. Dari dulu  hingga sekarang, meski terpisah jarak dan waktu, tetap sering cerita dan share semua warna-warni kisahnya.

Dari dulu aku yakin sekali kalau dia akan mendapatkan seseorang yang istimewa dan terjaga, karena jodoh seseorang adalah cerminan dari dirinya sendiri. Jadi yakinlah pada janji Allah, mungkin begitu mudah menasihatinya..tapi sungguh aku yakin teman, dan aku hanya bisa membantu mendengarkan, mengikuti dan mendoakan :)

Benar kan terbukti janjiNya..Allahu Akbar..dengan cara yg benar maka insyaallah akan diberikan yg terbaik oleh Allah. Maaf mau mengaku ni, dulu waktu dia meminta agar didoakan bisa jadi dg mb Y, aku ga mendoakan seperti itu, tapi aku berdoa, smoga diberikan yg terbaik oleh Allah, menurut Allah :)

semoga lancar semuanya ..kenapa masih di rahasiakan, padahal aku juga kenal..hiks..

dari jauh doaku menyertai…

mungkin puisi ini cocok untuk yang sedang menunggu dan menghitung hari bahagia :)

semusim atau bahkan berganti musim

tak juga menyurutkan perasaan itu

dengan keterbatasan kita

memohon petunjuk dan pertolonganNya

untuk sebuah niat suci

yg diberikanNya untukku, yg diberikanNya untukmu

begitu jauh jarak terbentang

namun semua rindu ini kutitipkan pada angin yg bertiup

ku goreskan sejuta asaku untukmu

melalui lukisan hamparan birunya langit senja

gugurnya dedaunan itu..

adalah saksi yang menemani hariku di sini

menanti tiap daun yg jatuh

hingga akhirnya tiba waktuku

pulang dan menemukanmu

dalam cinta yg di ikrarkan melalui janji suci

yg disaksikan oleh para malaikat

Ya Rabb….ku serahkan semua kepada kehendakMu..ku titipkan semua perasaan yg tak menentu ini

Ku sebut namaMu..berikan lah kemudahan bagi kami menjalani semua ..amin

khusus buat yg sedang tersenyum di sana…maaf puisinya jelek :)

Ya Tuhan,

jika cinta adalah ketertawanan

tawanlah aku dengan cinta kepadaMu

agar tak ada lagi yang dapat menawanku

Ya Tuhan,

jika rindu adalah rasa sakit

yang tak menemukan muaranya

penuhilah rasa sakitku

dengan rindu kepadaMu

dan jadikanlah kematianku sebagai muara

pertemuanku dengan Mu

Ya Tuhan,

hatiku hanya cukup untuk satu cinta

jika aku tak dapat mengisinya dengan cinta kepadaMu

kemanakah wajahku hendak kusembunyikan dariMu??

taken from : Mencapai Pernikahan Barakah by M.Fauzil Adhim..terbaca lagi puisi ini, saat buku ini hendak dipinjam seorang sahabat yg akan menikah 2 bln lagi :) , semoga bukunya bisa bermanfaat. Iseng menulisnya ulang karena bagus kata2nya, pusing dengerin india2 itu ngobrol pake english mereka ;p.

Kata orang cinta datangnya dari mata turun ke hati..dari pandangan dan pertemuan..seperti kata2 mb Dwi kmrn. hanya bisa tertawa dan tersenyum mengingatnya. Hm…jika saja kau tahu, tapi kau takkan pernah tahu…bahwa semuanya datang dan hadir tanpa melalui tatapan mata, tanpa getar2 rasa saat bertemu. Bahkan tak melihatmu di depanku pun…kau sudah jauh ada di dalam hatiku..

Dan perlahan…meski kau pergi tanpa jejak..tapi masih ada di hati terdalam ..Ya Allah ..ku kembalikan semua perasaanku untuknya kepadaMu, yg memberikan dan yg menghadirkanya kepadaku tanpa pernah diminta :) , Jika Engkau yg memberikannya ..maka Engkau pula yg bisa mengambilnya …

Anakku tersayang, meski jauh dari ibu, ku titipkan kau di sini dengan sepenuh cinta dan kasih, dengan sejuta rinduku untukmu, dengan harapan jadilah anak yang baik, soleh, berbakti pada kedua orang tua, berguna untuk masyarakat, generasi penerus yang akan menegakkan islam dimanapun kelak kau berada..”

Meski aku tak kan bisa melihatmu tiap hari, meski tak bisa menasihatimu tiap waktu, bahkan tak bisa menyiapkan makanan yg kau sukai..bahkan aku tak bisa melihat senyum dan tawamu, atau sedihmu, atau lelapnya tidurmu

Namun..ibu sadar, engkau adalah permata terindah yang diberikan oleh Allah, anugerah terhebat yang dititipkan Allah padaku, ibu rela berpisah dengan mu di sementara waktu di dunia, dengan satu harapan agar keluarga kita nanti insyaalllah bisa dipertemukan dan dipersatukan oleh Allah di surga yg dijanjikan olehNya…untuk hamba2Nya yg taat kepada Nya… Keluarga sederhana kita : aku, suami tercinta, dan engkau anak2ku tersayang. Amin

“berjuta rindu yang ku tahan, berjuta air mata mengiringi doa-doa yg selalu ibu panjatkan untukmu…

Siang kemarin, saat jam istirahat siang, diajak pak cholis, mas harmadi untuk menemani Mb Nur pergi ke sebuah sekolah plus pesantren. Kebetulan aku lagi ingin melihat hal-hal yang baru, sekalian kami ingin sholat di masjid, kebetulan di kompleks sekolah itu ada masjid yang cukup besar.

Sampailah kami di sekolah pesantren itu, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Serpong. Kawasan nya cukup tenang dan luas, cuma satu kekurangannya bangunannya kurang sedikit terawat, artinya jauh sekali dari SMU-SMU bertaraf internasional di jakarta, yang dipenuhi oleh orang2 kaya, karena biayanya yg begitu mahal dan elit.

Kami menuju masjid itu, alhamdulillah..rasanya beda sekali…begitu aku memasuki di bagian putri, mereka berpakaian muslimah yg rapi. Ya dengan rok panjang smu, dan baju panjang yang tidak dimasukkan, sekaligus panjang menutup. Jilbab yg mereka kenakan rapi dan syar’i. (Ya Allah jadi malu..dulu seusia mereka aku bahkan tak tau apa2..)

Saat naik ke tangga masjid, di tempat wudu dan selesai sholat, mereka menyampaikan salamnya dengan sopan dan bersahabat. Subhanallah…tenang dan damai rasanya. Jauh dr kondisi hingar bingar, urakan, cara pergaulan dan cara berpakaian yg biasa ada di anak2 metropolis itu. Senyum yang tulus…itulah ukhuwah krn kita seagama, meskipun sebelumnya tidak pernah kenal.

Jadi teringat kontras sekali dg para mahasiswa di gedung kantorku di Swiss-German Centre-BSD. Serasa bukan di Indonesia saja melihat mereka, mulai dr cara berpakaian yg aneh, tak sopan buat pergi k sekolah, layaknya itu pakaian ke pantai, ke mall, bahkan ada yg terbuka seperti pakaian di rumah. ya dan glamorisme kehidupan mereka…sudahlah tau sendiri :)

Kembali ke suasana madrasah tadi, sempat melihat2 di situ satu kelas ada 24 siswa dengan kelas taraf internasional, boarding school. Dulunya madrasah ini hanya diperuntukkan untuk murid2 dari pesantren agar mereka memperoleh pendidikan yang lebih bagus dan maju. Tetapi karena banyak peminatnya maka mulai dibuka pendaftaran untuk siswa dari SMP sekolah islam dan SMP umum/negeri lainnya. Tiap tahunnya ada ribuan yang mendaftar dan hanya sekitar 100 yg diterima, dengan syarat raport dan ranking yg bagus, interview dan tes lainnya

Prestasi sekolah cukup bagus dari bidang akademik, terlihat dari nilai rata2 UAN yang di atas rata2, dan prestasi lomba2 akademik, serta kegiatan ekstra yang seabreg, mulai dari kegiatan karya tulis, pecinta alam, pramuka, dan kesenian (band, nasyid), baca tulis qur’an.

Fasilitas sekolah antara lain : ruang kelas full AC, laboratorium komp, biologi, perpustakaan OL, fasilitas tempat olahraga, kantin dan tentu saja asrama putra, putri dan guru-guru. Di sana ada semacam anak asuh, jadi beberapa anak berada di bawah bimibingan dan asuhan seorang guru, ya semacam mentor mereka di sana, pengganti orang tua.

Hm…lega banget melihat mereka. Siswa2 putranya juga terlihat sopan dan ramah. …Semoga mereka menjadi generasi muslim yang akan melanjutkan perjuangan para pejuang Islam selanjutnya. Bahagia sekali orang tuanya…memiliki anak2 seperti mereka, insyaallah jadi tabungan amal untuk kedua orangtuanya..subhanallah..

Ya Allah..karuniakanlah kepada kami..putra putri yang soleh dan solehah..

Berikanlah pada kami anak2 yang tetap menegakkan sholat dimanapun dan kapanpun mereka berada..

putra-putri yang akan mendoakan kami saat kami menghadapMu…

info lebih lanjut bisa diperoleh di :

madrasah aliyah negeri insan cendekia serpong, jl. cendekia bsd sektor xi tangerang 15310, tel 021-7563578 hunting faks 021-7563582
www.insancendekia-tng.net

Ketika kecil, kita sering mendengar dari orang tua berbagai kisah yang menggambarkan tentang keadilan Allah SWT. Di antara kisah itu diceritakan ada seorang yang pernah meragukan keadilan Allah ketika membandingkan buah semangka dan beringin. Mengapa pohon semangka itu kecil, padahal buahnya besar — sedang beringin sebaliknya? Ketika orang itu sedang asyik mengamati ‘ketidak-adilan’ pada pohon beringin itu, tiba-tiba beberapa buah pohon beringin jatuh dan mengenai kepalanya.

Seketika itu ia langsung beristighfar, ”Allah Mahaadil. Coba seandainya buah beringin sebesar semangka, tentu muka saya sudah hancur.” Sebelum mengakhiri cerita itu, orang tua kita lalu menyimpulkan bahwa itulah cara Allah memperingatkan hamba-Nya. Orang tadi beruntung karena cepat menyadari kekeliruan jalan pikirannya terhadap keadilan Allah. Ia peka akan ‘tanda-tanda’ alam sebagai ‘bahasa’ Tuhan yang mengingatkan kesalahan pandangannya.

inspired from www.republika.co.id

Membaca kedua paragraf di atas akan mengingatkan kita, bahwa Allah punya cara tersendiri untuk mengingatkan, menegur umatNya. Caranya bermacam-macam dan beda antara tiap orang. Namun seringkali kita tidak peka untuk mengamati kejadian yang menimpa di sekeliling kita ataupun yang menimpa diri kita sendiri.

Kadang kita lebih suka membanding-bandingkan antara apa yang kita peroleh dengan apa yang diterima orang lain. Kita bayangkan seandainya kita ada di posisi mereka, betapa senangnya ya, misal dalam perjalanan kereta waktu itu, tampak sepasang ibu muda yang begitu bahagia dengan anak2 mereka, pasangan muda yang bercanda di depan tempat dudukku. Hm..mereka kelihatan bahagia…senang melihatnya

Atau kalau melihat orang yang karirnya tampak sukses. Kita melihat fenomena itu hanyalah tampak luar, dari sekilas tanpa tau sebenarnya di balik itu kita tak pernah tahu. Misal bagaimana usaha dan perjuangan mereka untuk mencapai semuanya.

Allah tak pernah tertukar dalam memberikan sesuatu, baik itu karunia ataupun ujian. Dua hal itu kalau kita pintar mencernanya, keduanya adalah bahasa Allah untuk memperlihatkan kasih sayangnya pada kita. Agar kita selalu ingat, bahwa keberadaan kita di dunia adalah pada garis edar kehendakNya…

bahasa yg harus kita cermati, jangan terlalu sedih saat ditimpa kesedihan, kehilangan, kemiskinan …Jangan terlalu cemas dan ketakutan krn Allah akan selalu ada di dekat kita. Dan jangan terlalu bergembira berlebihan ketika memperoleh suatu kebahagiaan, yg penting ingatlah bersyukur atas nikmat kebahagiaan itu, jangan berhura-hura atau merayakannya dg mewah, tapi berbagilah kebahagiaan itu dengan memberi kepada orang lain…

smoga kita termasuk golongan orang yang bisa menangkap bahasa Allah agar kita hati kita tenang, tentram dan tak penuh dg prasangka dan kecemasan. Amin

Malam, 31 Desember 2008. Setelah lama dan muter2 mencari akhirnya sampailah kami di jalan Iskandar Muda, yaitu dia masjidnya. Masjid yang unik, bagus dan bagian kubah atasnya berwarna biru tua, Masjid Raya Pondok Indah. Mendekati pukul 21.00 karena susah sekali bisa pulang kantor di bawah jam itu.

Masjid sudah dipenuhi jamaah, bahkan di lantai 2 seakan tidak ada celah untuk kami duduk. Setelah mendesak ke depan, akhirnya aku dapat tempat duduk, terpisah sementara dengan Mb Ika dan Datu. Ups…baru duduk, temanya memang malam itu membicarakan tentang Ilegal Wedding.

Tapi pembahasan sebelum itu adalah tentang warna warni cinta dan pernikahan. Ya Allah…semoga ilmu yang kudengar malam itu bisa membuatku lebih tenang. Dari seputar seluk beluk tata cara taaruf, meminang hingga pasca pernikahan dibahas di situ.

Aku hanya bisa tertunduk dan tidak berkomentar apa2. Rasanya tiap perkataan dan nasehat ustadznya seakan menyindirku. Salah satu hal yang benar-benar membuatku tersentak. Kalau kamu jangan terlalu yakin klo dia adalah jodohmu atau terlalu menolak dan yakin klo dia bukan jodohmu. Sesuatu hal yang takkan bisa ditebak nantinya, Allah lah yang punya kuasa dan kehendak untuk mengatakan itu terjadi atau tidak.

Lalu bagaimana ketika kita sudah yakin bahwa ia adalah jodoh yang terbaik untuk kita, bagaimana kalau kita sudah melakukan cara yang diperintahkan oleh Allah dengan cara yg benar, yang sesuai syariatNya, kemudian juga tak melewatkan sholat taubat, hajat, istikharah dan doa2 yg dianjurkan..

Bagaimana jika akhirnya dengan mudah sekali dan tanpa diduga, Allah mengambil harapan itu? Bagaimana untuk mengikhlaskannya? Itulah sebuah proses pencarian yg begitu panjang dan tak surut, naik turun hingga saat ini. Kamu hanya kehilangan sesuatu hal yang memang belum diberikan untukmu, jadi kenapa terasa sulit sekali menghapusnya?

Jawaban malam itu seakan memberikan sentuhan yang menamparku pelan tapi dalam. Aku sangat sadar nasehat itu semuanya benar, karena bersumber dari Al Quran, tapi maafkan hamba karena kadang masih lalai dan hilaf.

Tentang Allah lah yg paling Tahu mana yg terbaik….I see it. Tentang pengetahuan kita yg amat terbatas tentang rahasia jodoh dan baik buruknya ia untuk masa depan kita. Tapi satu yang pasti bahwa klo saat ini kamu diuji tentang suatu hal…hadapilah dengan rasa syukur dan sabar. Bersyukurlah atas smua yang diberikan Allah, baik itu berupa kebahagiaan, atau berupa kesedihan. Kenapa harus bersyukur dengan kesedihan/ kehilangan ? sebenarnya sedih atau bahagia itu bukan ditentukan oleh akibat sebuah peristiwa dan kejadian.

Misal karena kehilangan sesuatu maka kita jadi sedih, kehilangan itu adalah sebuah peristiwa. Bukan krn peristiwa itu, tapi bagaimana kita menyingkapi dan memaknai tiap detik apapun yg menimpa kita, apapun yg diberikan pada kita. Bersyukurlah karena dengan kesedihan itu akan ada sebuah pelajaran yang membuatmu dapat satu ilmu, dan menerima semua dg berbesar hati. Bahkan karena rasa bersyukur itulah kita akan semakin dekat dengan Allah

Bersyukurlah karena kita akan semakin menyadari bahwa semua adalah pemberianNya untuk mengingatkan kita sebagai hamba yang berkewajiban utama : beribadah kepadaNya..

Ya Allah jadikan apapun yang Kau berikan kepada kami..adalah sesuatu hal yang akan semakin membuat kami dekat denganMu..

Ya Allah semoga Kau menuntun kami menjalani hari esok ..di tahun 2009 dg hati yang penuh rasa syukur, sabar…sabar dan ikhlas menerima semuanya.

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya ) hal ihwalmu.” (Q.S. Muhammad [47] : 31)

sebuah catatan dari Masjid Raya Pondok Indah, 1 Januari 2009, baru di post sekarang :)

“Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Selamatkanlah kami dalam golongan orang-orang yang Engkau telah pelihara. Uruslah kami di antara orang-orang yang telah Engkau urus.  Berkahilah kami dalam segala sesuatu yang Engkau telah berikan. Hindarkanlah kami dari segala bahaya yang Engkau telah tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan bukan yang ditentukan. Sesungguhnya tidak akan jadi hina orang yang telah Engkau lindungi. Engkau wahai Rabb kami adalah Maha Mulia dan Maha Tinggi.” (HR Thabrani 3/123)

“Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin. Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina. Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka. Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin. Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama dengan RahmatMu, Wahai Yang Maha Pengasih. Dan sampaikanlah Sholawat kami  kepada Nabi Muhammad.”

teruntuk saudara-saudariku di palestina

diiringi :

” Dirimu di hatiku
Tak lekang oleh waktu
Meski kau bukan milikku
Intan permata yang tak pudar…”

meski hanya lewat sebaris kata
meski hanya lewat sebuah tulisan pendek
yg mungkin tak kan pernah kau baca
yg tak mungkin ku sampaikan lagi

di detik yang berganti
di waktu yg berlalu
di usia yg bertambah

smoga diberikan nikmat sehat
diberikan umur yg berkah
bisa memberi arti untuk yg lain
dan doa-doamu dikabulkan olehNya
termasuk satu harapan dan doamu
agar aku mendapatkan yg lebih baik darimu

dan hari ini
menjadi saksi diam di antara rintik hujan di dini hari
di antara beku dan dinginnya perasaanku
di antara lantunan doa yg kusampaikan kepadaNya
terucap untukmu…semoga bahagia…slalu
met hari lahir :)

smoga slalu dlm lindunganNya
smoga kita diberikan yg terbaik olehNya
meski dengan jalan kita sendiri-sendiri
berakhir di persimpangan jalan
yg berbeda

.: paling suka lirik lagu ini
sering memberi semangat baru…

Tetes air mata… Mengalir di sela derai tawa
Selamanya kita… Tak akan berhenti
mengejar…Matahari…
ya…akan terus berlanjut…mengejar mimpi kita
di arah masing2..