February 2009


Bajaj yang kami naiki masuk ke sebuah pemukiman yang padat dan maaf terlihat kumuh. Melewati pasar jembatan besi kami berhenti dan kemudian menyusuri gang-gang di pemukiman itu. Daerah Tanah Tinggi, kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, tak jauh dari stasiun atau terminal Senen. Di luar jalan yang dilewati angkot masih terlihat lumayan, tapi begitu kami memasuki gang demi gang, Ya Rabb, ternyata ada daerah seperti ini, padahal kalau tampak luar sepanjang Senen arah Cempaka Putih tak tampak pemandangan seperti itu. Rupanya tersembunyi di baliknya.

kumuh2

Tak ada jarak antara rumah satu dengan lainnya. Rapat dan hanya punya satu tembok antara dua rumah yang berdekatan. Ada yang sudah berdinding tembok yang pudar cat putihnya, ada yang tak bercat, hanya tampak susunan batu bata, ada yang terbuat dari kayu dan triplek. Takkan ada rumah yang memiliki halaman, karena gangnya pun sempit sekali untuk berjalan. Rumah mereka dihiasi juntaian warna-warni baju yang dijemur di depan rumah, berjejer menyambut tamu yang dating ke rumah mereka.

kumuh31

Petak-petak rumah kecil itu, dihuni dengan banyak orang. Mereka rata-rata adalah para pendatang dari luar Jakarta, yang berusaha mengejar mimpinya ke Jakarta. Iming-iming kehidupan yang lebih baik untuk keluarga dan anak-anaknya adalah alas an yang membuat mereka datang ke Jakarta tanpa memiliki modal ketrampilan yang memadai. Istilahnya nekad, demi mencari lembaran uang untuk makan dan sekolah anak-anaknya. Sebagian besar mereka bekerja sebagai penjual makanan, mulai dari warung nasi, berjualan di pasar, stasiun, terminal di kawasan itu dan juga daerah Senen, dengan melihat kawasan Senen cukup strategis untuk berjualan macam-macam makanan dan minuman, baik makanan matang atau sekedar buah dan cemilan ringan.

Bermula dari acara baksos berupa pemeriksaan kesehatan untuk anak-anak balita mereka, di situ terlihat bagaimana kehidupan mereka sehari-hari. Seorang ibu yang mengantar anaknya, bahkan saat diminta menulis nama anak, nama orang tua dan alamat, ia berkata jujur bahwa ia tak bisa membaca dan menulis. Ibu itu masih cukup muda kira-kira 20 tahun ke atas. Ya Rabb, hari gini di Jakarta masih ada yang tidak bisa membaca dan menulis.

“Bersyukurlah dengan apa yg diberikan Allah, nikmat iman dan Islam, nikmat kesehatan, nikmat akal, pikiran dan hati yang bersih. Bersyukurlah dengan karunia rizqi yang halal …Bersyukurlah dengan cara yang paling sederhana, syukur alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas semua rahmatNya

Sejenak dia berharap
           Malam tanpa batas
         

Bunda s’lalu tanamkan
           Jangan pernah menyerah
           Jalani dan panjatkan
           Kelak syukur kau ucapkan pada diri Nya

Bersyukurlah dengan memberikan simpati kita, paling tidak dengan berbagi rizqi kita untuk mereka, kita bisa makan yang ngasih Allah, jadi klo kita bisa bantu yg membutuhkan maka lakukanlah. Satu hal PR besar yang belum bisa kami lakukan adalah : sumbangsih pemikiran kita untuk kehidupan mereka yg lebih baik. Kalau bantuan yg bersifat instan maka dampaknya pendek, tapi andaikan kami bisa memberikan sebuah ide yang berkelanjutan…andai..tapi apa.

Fina pernah bilang : kita sebenarnya bisa lebih dari yg sekarang. Kita hanya stag di sini, do nothing. Kita belum memberikan kontribusi nyata. Percuma kalau cuma sibuk memperbaiki diri sendiri, tapi banyak orang di sekitar kita yang sebenarnya bisa dibantu. Gak usah muluk2, tengoklah tetangga 40 rumah arah dari rumah kita.

Hiks..kenalkah dengan tetangga? berangkat pagi pulang malam..:(.

==========================================

Kumohonkan
Mudahkan hidupnya hiasi dengan belai Mu
Sucikan tangan-tangan yang memegang erat harta
Terangi harinya dengan lembut mentari Mu
Buka genggaman yang telah menjadi hak mereka

(lyric S07 Lihat, dengar dan rasakan)

Sebuah pembicaraan hbs magrib dari masjid BI menuju ke busway yang semoga mengingatkan kami untuk lebih melihat dan membuka mata, jangan hanya mengurusi masalahmu sendiri, itu egois!  Hal yang sulit, tapi tak ada yang tidak mungkin bukan ?…

kumuh

 

“Jangan salah memilih langkah. Wanita tempatnya ya kembali ke rumah”

Kalau ingat perkataan seorang teman yang menyadarkanku di saat lalu, waktu masih semangat2nya mengerjakan tugas akhir. Kalimat singkat yang membuatku berpikir dan merenung, ya sebenarnya hal itu benar. Ujung-ujungnya segala macam tanggung jawab istri dan ibu adalah berawal dari sebuah rumah. Jujur dan dari hati yang paling dalam itu benar banget.

akhwatRealita itu kujadikan acuan suatu hari nanti tanggung jawab itu harus kuingat. Kemanapun pergi dan melangkah. Tapi tak juga harusnya hal itu menyurutkan wanita untuk berkarya, bekerja dan mengabdi untuk keluarga serta masyarakat.

Dari kecil sampai besar, rasanya senang sekali, pagi bangun tidur telah disiapkan sarapan pagi oleh beliau, dan siang saat pulang sekolah, ibu juga sudah pulang dan memasakkan makanan kesukaan kami.

Hal yang tak bisa dilakukan oleh ibu-ibu yang bekerja di kantor seperti di Jakarta. Hmm..berangkat pagi, pulang malam. Ku rasa di kantor sekarang, asal tidak terjebak di project sih bisa pulang cepet, ya setengah lima lah. Tapi kalau sudah di project, hmm sepertinya tinggal mimpi bisa pulang cepat. Dan tentu saja beban serta tanggungjawabnya cukup menguras energi dan pikiran.

Seorang teman, developer di kantor berucap : Mbak..klo aku sih gak mau cari istri yg kerja di IT, hehe..

Karena suami lembur, istri juga lembur. Ntar gimana ?

Berhubung jalan masih di depan sana, belum tahu nantinya seperti apa. Yang ada dalam pemikiran ku dan teman2 cewek lainnya adalah sekarang masih bisa berkarya di sini, tapi kami punya cita-cita masing saat telah berkeluarga dan mempunyai anak2 :)

Tetap bekerja atau menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah pilihan. Pilihan yang mana yang akan diambil tentu saja yang membuat tiap orang merasa itu adalah pilihan yang membuat nya mantap dan bahagia menjalani hidupnya. Pilihan yang tak mudah, tapi harus diambil.

Tergantung pasangan hidup masing2 juga. Bisa jadi suami nya mengijinkan dan bisa memahami kesibukan istrinya. Tapi ada juga yang lebih menginginkan istrinya mengurus rumah tangga di rumah. :)

Intinya adalah istri melakukan hal yang membuat suami ridho. Kalau suami ridho, berarti Allah ridho. Sudah itu saja ..itulah tujuan yang selalu dicari-cari seorang istri

Tak kan ada artinya karir, harta, kedudukan dan segala perhiasan indah dunia.

apa yang ku cari dlm keramaian kota

apa yang meresahkan ku dalam gemerlap malam

semua nya ku kembalikan padaMu

hingga akhrnya bermuara ke arah yg Engkau ridhoi

Salah satu yg diimpikan teman2ku ada yang ingin sekolah lagi dan dapat beasiswa hingga bisa jd dosen, ada yang ingin kerja lebih fleksibel misal kerja part time, ada yang pengin usaha sendiri, ada yang ingin pindah kerja PNS de el el. Dan one of my dreams, entah itu kapan adalah bisa mengajar di sebuah sekolah islam. Sayangnya syaratnya masih belum terpenuhi : hafal minimal 1 juz dan bisa bahasa arab hiks hiks. Untuk yang syarat pertama, masih bisa di usahakan, kalau yang kedua masih jauh dari bayangan.

apapun itu tak akan menghentikan wanita untuk berkontribusi dan berkarya, karena ia punya banyak kelebihan yang diberikan oleh Allah. Maka jangan sampai berhenti bermimpi dan bercita-cita ..wujudkanlah..raihlah :)

di tangan Anda lah anak2 dan keluarga dipertaruhkan..smuanya tergantung peran dan bantuan Anda..semangat ya ibu !

Dengan semangat itulah kita punya rencana2 dan mimpi-mimpi masa depan . Ya Rabb berikanlah kami petunjuk ke jalan yg Engkau ridhoi, yang semakin mendekatkan kami padaMu. amin…

Chapter : Maaf

langit-again

 

Judul itu sesuai dengan tema tarbawi edisi terbaru, yaitu tentang sentuhan orang-orang atau di sekitar kita, yang dengan kita sadari atau tanpa kita sadari telah membawa makna untuk diri kita. Sentuhan itu jika kita sadari, insyaallah akan menjadikan kita berterimakasih dan bersyukur kepada Yang Maha Mengatur segalanya, bahwa kita masih diberikan keadaan itu, misal menjadi pengingat atas kesalahan yang telah kita lakukan. Yang menegur kita entah secara halus atau langsung tertampar lewat ucapan orang lain, perlakuan orang lain, suatu peristiwa yang menimpa diri kita atau pun yang menimpa orang lain.

Semoga kita termasuk orang yang peka dan selalu mengambil hikmah atas tiap kejadian itu…krn merugilah orang yang tak bisa mengambil insight dari kehidupannya tiap hari. Insight yang bisa menjadi bahan untuk kita berkaca atas perilaku kita, insight yang bisa memotivasi kita untuk belajar dari kesalahan masa lalu, atau belajar dari pengalaman orang lain. Kemampuan menarik suatu hikmah membuktikan kalau akal pikiran dan hati kita masih bisa mencerna mana hal2 yang baik dan yang tidak baik.

==========================================================================

Sabtu sore, dalam perjalanan busway ke arah kampung Melayu, ada telp masuk. Saat Dyra hendak mengangkatnya, telp tersebut sudah berhenti. Dari Bapak, ya bapak yang secara tidak sengaja bertemu di bandara Djuanda Surabaya. Malas menelpon balik dan Dyra cuek saja. Nih kambuh penyakit cueknya.

Minggu siangnya saatnya membalas sms beliau. Tidak baiklah kalau gak mau jawab sms atau telp orang. Dyra menanyakan kabar beliau dan beliau menjawab sms Dyra, dan isinya membuatnya tertegun, merasa bersalah…tak tahu hendak berkata apa…

November 2007,

Sedikit flash back pertemuan itu, saat duduk menunggu lama, maklumlah diantar teman2 sekitar jam 17.00, padahal flight jam 21.00, masih lama banget kan ? hehe

Dyra membaca lembar demi lembar buku. Ada seorang bapak yang menghampirinya. Dia mengajak bercakap2 tentang berbagai hal. Kebetulan ada anak, menantu dan cucunya juga di sana. Oh rupanya anaknya alumni elektro ITS yang bekerja di jakarta juga, jadi bapak tersebut mengantar anaknya ke bandara.

Ngobrol tentang agama, pekerjaan dan macem2lah, sampai pada sebuah pertanyaan yang sudah tak asing lagi. Dyra menanggapi dengan biasa saja, tidak antusias tapi tetap berusaha sopan dan tak menyinggung beliau. Intinya sebuah perkenalan dan niat perjodohan. Waduh..gak bayangin…masak sih dengan orang yang tak dikenal sama sekali. Gak taulah…nggak mau mikirin…Setelah itu Dyra menganggap angin lalu, krn ia harus kembali ke Jakarta. Jadi dianggap selesai..

Entah kenapa beliau begitu bersemangat, sedangkan Dyra nyantai dan cuek. Setelah pertemuan itu, bulan berikutnya sekitar Desember 2007, waktu ada acara nikahan teman di Surabaya, bapak itu menghubungi Dyra dan hendak mengenalkan seseorang, sepertinya sih saudara atau keponakannya. Tapi Dyra malas bngt, tapi karena gak enak ya sudahlah Dyra mengajak temannya ke tempat yg ditentukan. Dan pertemuan itu biasa saja, Dyra banyak diam dan nggak ngajak bicara sama sekali. Padahal ada bapak itu di sana. Rasanya ingin sekali pergi dari sana dan balik ke Jakarta. Hmm..nothing special dan memang tidak ada apa-apa.

Akhirnya bisa melarikan diri dari sana. Hal yang salah, harusnya kalau ingin mengenalkan seseorang, paling tidak kita tau orang tsb seperti apa, gambaran dan profilenya, kalau blank sih mending nggak aja. Setelah pertemuan itu, entahlah Dyra merasa biasa-biasa saja. Dyra merasa kurang sreg dengan cara dan metode perkenalan itu. Maka dari awal, Dyra berusaha konsisten dengan prinsip2nya, belajar untuk menerapkan ilmu2 yang telah ia dapatkan.

Kata orang ..kenali dululah..jalani dulu..siapa tau …

Tapi bagi Dyra tidak seperti itu. Mungkin memang yang namanya perasaan suka bisa muncul seiring waktu, apalagi bagi wanita, itu mudah sekali. Menurut Dyra untuk mencapai tujuan yang baik, maka cara dan niatnya juga harus lurus dan benar. Sementara ia merasa niatnya sendiri masih ragu-ragu dan belum yakin. Tentang metode, ia kurang setuju model pendekatan calon yang dikenalkan padanya, maka setelah berpikir dan memohon petunjukNya..Dyra memohon maaf pada bapak tersebut, kalau ia tak pantas melanjutkan semuanya. Dia masih setengah-setengan tentang niatnya menggenapkan setengah Dien..karena itu bukanlah hal main2..

Menikah bukan hanya sekedar keinginan.., bukan hanya sekedar cinta..Tapi ada janji dan tanggungjawab besar di sana, selain untuk menjaga kesucian diri, juga untuk membentuk keluarga yang akan melahirkan generasi2 muslim..

Jadi daripada Dyra main2 atau coba2 lebih baik ia meminta maaf pada bapak itu. Sang bapak menanyakan kenapa..dan kenapa..

Semenjak itulah Dyra jarang berkomunikasi dg beliau. Hingga sms bapak itu masuk . Mengabarkan bahwa beliau sedang sakit dan opname di RS, serangan jantung dan harus dipasang ring pada arteri koronernya..sampai waktu dia sms masih akan dilanjutkan pemasangan berikutnya.

Bapak itu meminta maaf pada Dyra ..agar jika Allah memanggilnya sewaktu-waktu, dia tidak ada tanggungan lagi. Dan memohon doa agar semuanya berjalan dengan baik. Bapak itu memohon maaf jika yang telah dilakukannya kurang berkenan

Sejenak Dyra merenung. Ia sadar, sebuah permintaan maaf dan permohonan doa yang tulus. Bahkan bapak itu masih menanyakan kabar Dyra apakah sekarang sudah berkeluarga atau belum.

Ya Allah Dyra mohon ampun…atas dosa2 Dyra…kesalahan Dyra. Kenapa Dyra seakan berprasangka buruk pada bapak itu, sehingga bapak itupun merasa kalau Dyra marah pada beliau. Dyra segera membalas sms beliau dan memohon maaf karena telah mengecewakannya.

Ya Allah berikan yang terbaik untuk beliau, berikan kesehatan dan kelancaran untuk kesembuhannya..

Dyra tak habis pikir, bahkan bapak itu masih mau tau kabar Dyra yg sekarang. Masih meminta agar kalau Dyra pulang ke Surabaya, bisa mampir untuk sekedar silaturahmi. Dengan kabar itu Dyra sadar suatu hal, kita harus tetap menjaga silaturahmi dan bersikap baik kepada orang lain, meskipun kita pernah ada masalah dengan mereka. Jangan takut atau gengsi untuk meminta maaf terlebih dulu..dan juga berusahalah memaafkan kesalahan orang lain, menjadi orang yang berjiwa besar dan lapang akan lebih menenangkan hati. Tidak mudah memang, tapi berusahalah menempatkan diri kita di posisi mereka, sebagai orang yang tersakiti atau kdang sebagai orang yang menyakiti.

===============================================================

Sepenggal cerita itu mengingatkan kalau tanpa kita sadari sebenarnya banyak orang2 yang masih menyayangi kita. Sedang kita sendiri kurang peduli dengan keadaan orang lain. Semua sikap dan perkataan kita, mungkin tanpa kita sadari telah menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain. Maka segeralah mari kita mengkoreksi diri kita, segera minta maaf pada mereka. Jangan sampai tertunda lagi

Khawatir kalau sebelum meminta maaf, mereka telah pergi mendahului kita dan membawa luka itu hingga di hari akhir. Atau kita sendiri lebih dulu dipanggil menghadapNya tanpa sempat memohon maaf pada mereka. Atau doa-doa kita belum diijabah oleh Allah, salah satunya mungkin karena kita pernah menyakiti hati orang lain…dan belum minta maaf.

Sekali-kali tempatkan diri kita bukan hanya sebagai pihak yang disakiti. Tapi sadarlah juga sebagai orang yg menyakiti, maka kewajiban kita adalah meminta maaf, mengucap baris permohonan maaf…

Manusia tak ada yang sempurna krn kesempurnaan hanyalah milikNya.., mohon ampun padaNya dan minta maaf kepada saudara-saudara kita

 

 

9 Feb 09, di salah satu ruang Training Gedung AM**, Gedung A, A*

Ada sebuah buku Twilight di meja training itu, buku yang dibaca oleh seorang teman dari meminjam buku milik teman yang lainnya. He he..

Beliau mengambil buku itu dan membolak-baliknya di depanku. Sambil mengecek report, ku dengar beliau menegur dan bertanya ke temanku.

A: “Dek, suka baca buku semacam itu ya? Apa manfaatnya buku itu setelah kamu membacanya?

B : ” Saya suka saja sih pak, ceritanya bagus

A : Tapi, insight apa yg kamu peroleh setelah membacanya ? Buku setebal itu pasti membutuhkan banyak waktu untuk membacanya. Bukankah hanya sekedar cerita roman percintaan remaja biasa, apalagi latarnya dunia barat dan kisah cinta antara vampire dan anak manusia.

Dalam hatiku mengiyakan, benar juga gak ada untung2nya buku itu, pasti hanya just fun aja kalau orang membacanya.

A : Takutnya bacaan itu akan menimbulkan pemikiran lain, yang masuk ke pola pikir kita. Jadi hati2 saja, belum lagi jika setelah membaca buku tebal itu, kamu meninggal dan ditanya setelah meninggal ..Sedang apa kamu saat meninggal? Hah sedang baca buku twilight…

Maaf ya aku keras pada kalian semua. Biar jadi pelajaran bagi kita semua. Kalau kita harus berpikir matang sebelum bertindak atau melakukan sesuatu, ada manfaatnya atau tidak untuk kita, trus bisa menjadi sarana yg mendekatkan kita pada Allah atau tidak…jd jgn asal atau hanya pengn senang2

Deg..rasanya pernyataan itu tak perlu dijawab. Menanyakan pada diri masing2. Speechless. .., Waktu yang terus berganti mengiringi usia yg terus berkurang. Bermacam aktivitas telah kita lakukan. Pertanyaannya : Apakah sudah kita lakukan bermakna untuk hidup kita? Apakah yang kita lakukan hanya bertujuan mencari ridhaNya…atau hanya sekedar just fun, mengalir ikut arus air..

[103:1] Demi masa.

[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran

Semoga kami bisa belajar sedikit demi sedikit untuk mengisi waktu dengan sebaik-baiknya, di antara rutinitas kerja sehari2..akan ada suatu waktu dimana kita dimintai pertanggungjawaban atas semua aktivitas kita..hari dimana tak kan bisa kita mengelak, berbohong atau lari..

Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja
dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya…. sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina

(1997)

Selasa, 10 Februari 2009

at Stasiun Tanah Abang, Jakpus. 07.30 Wib..

di antara rintik hujan

Pagi tadi, entah kenapa bus 507 itu lama sekali, sejam, dan baru dapat tempat duduk di sebelah gedung Indosat. Rintik hujan masih ada, dan begitu sampai stasiun di depan loket terdengar pengumuman bahwa kereta ekonomi jurusan serpong berangkat..ya telat semenit :(

Ya..akhirnya harus menunggu kereta selanjutnya, ekspress Sudirman, pukul 07.40, wah masih lumayan lama, 45 menit lagi. Mengisi waktu dengan duduk menghadap ke arah sungai, air yang kotor, coklat banget..dengan banyak sampah. Lingkungan yang sudah semakin parah..

Sambil membaca buku kecil dan sms ika untuk memastikan jdwl kereta dan naik apa dr stasiun nanti, ku lihat inbox ku penuh lagi. Di sent item, sms2 itu telah berhasil ku hapus, masak sih menghapus tulisan sendiri saja gak tega. He2..jadi tiap hari saat ingin menghapusnya, rasanya gak rela, biar jd kenangan. Halah..opo ae..tapi kemarin, aku bisa select all dan delete folder sent item

Giliran inbox..tetap utuh, jadi teringat dulu temanku ada yg menulis ulang sms2 di inboxnya karena gak mau hilang. Untuk transfer filenya, belum sempat juga. Tiap membaca baris demi baris, bukannya hati jadi tenang..tetapi jadi ingat semuanya. Sudahlah sepertinya gak ada gunanya aku mengingat-ingat, membaca-baca atau menyimpannya, toh tetap tidak akan merubah keadaan apapun..justru malah bisa memunculkan perasaan melankolis itu..

ayo..harus tega pada diri sendiri..relakan apa yg bukan ditakdirkan Allah untukmu..Ya Allah berikan kekuatan dan kesabaran itu..

Rasulullah saw. bersabda, “Jagalah Allah niscaya kamu akan mendapati-Nya di depanmu; kenalilah Allah pada saat mendapat kemudahan, niscaya Dia akan mengenalmu saat kamu mendapat kesulitan. Ketahuilah bahwa apa yang bukan jatahmu tidak akan mengenaimu dan apa yang menjadi jatahmu tidak akan salah sasaran. Ketahuilah bahwa pertolongan Allah bersama kesabaran; kelapangan ada bersama kesempitan; dan kemudahan ada bersama kesulitan.” (Al-Hakim dan Ahmad)

Select Delete message > All item, klik Delete, ada konfirmasi : Delete all messages?

aku masih tertegun dan tak menggerakkan jemari tanganku, kelu dan beku. Ku hirup nafas dalam2, bismillah….tetap gak berani..ku baca Al Fatihah 3 kali, dan ku tekan “Yes”..sehingga terhapuslah semua nya…semuanya :)

Alhamdulillah…semua ku serahkan pada kehendakMu ya Rabb..lindungilah tiap langkah hamba..amin

bidadari

Sebuah kisah yg cukup mengharukan, meski cara penyajian kisahnya mundur ke kisah lampau, maju lagi ke masa depan dan begitu seterusnya hingga akhir cerita. Menceritakan perjuangan seorang wanita yang luar biasa, sungguh hebat menghadapi semua ujian dan cobaan yang diberikan Allah untuknya

Seorang kakak yang rela mengorbankan tenaga, pikiran dan waktunya untuk kebahagiaan dan masa depan adik2nya. Ya itulah Laisa, gadis dengan fisik yang serba biasa bahkan di bawah biasa. Dia anak tiri dari keluarga yg mengasuhnya. Ayah tirinya meninggal dunia dengan kondisi adik2nya masih sangat kecil. Meski bukan adik kandung, tapi dia berusaha sekuat dirinya untuk memberikan dan mengusahakan pendidikan yang terbaik untuk adik2nya

Lihat adik pertamanya, Dalimunte, mereka tinggal di sebuah lembah pedalaman, namun prestasi adiknya tak bisa diremehkan. Sejak masih sekolah di SD, ia mampu merancang rangkaian kincir air dari sungai cadas di lembah desa. Sehingga pengairan ke lahan2 di desa yang semula hanya mengandalkan pada turunnya hujan. Laisa berusaha agar adik2nya tetap bisa melanjutkan sekolah dan dengan sekolah yang terbaik. Hingga adiknya mencapai gelar professor di usia muda.

Adik selanjutnya Wibisana dan Ikanuri, juga berhasil lulus sampai Sarjana dan menjadi pengusaha yg sukses. Serta si cantik bungsu yang juga berhasil meraih gelar sarjananya. Sementara Laisa tak pernah memikirkan dirinya. Yg ada dlam pikirannya adalah bagaimana dia mengolah kebun straberry milik keuarganya, menanaminya, merawat dengan sepenuh hati agar biaya pendidikan adik2nya tercukupi

Bahkan rela mengorbankan masa mudanya di lahan dan juga perasaannya sebagai seorang wanita biasa yang menginginkan sebuah rumah tangga. Hingga adik2nya bahkan tak tega untuk melangkahinya…mendahuluinya menggenapkan separuh diennya

Laisan rela dan ikhlas. Bahwa jodoh adalah rahasiaNya dan tak bisa diatur2 kapan waktunya, semua ada jatah masing2. Dia sadar tak hendak menahan kebahagiaan adik2 dan kekasih hati mereka masing2.

Saat adik2nya telah menikah dan mempunyai buah hati, sang adik Dalimunte berusaha mencarikan jodoh untuk kakak tersayangnya. Dari semua calon yang ada, semua mundur saat dipertemukan dengan Laisa, ya lagi2 karena alasan fisik..:(

Suatu waktu, ada kakak kelas Dalimunte waktu penelitian S2 nya, temannya itu adalah seorang laki-laki yang menurut Dalimunte bagus dari segi pemahaman agamanya, akhlak dan takkan menilai orang hanya dari fisik semata. Dalimunte bercerita dengan panjang lebar, penuh semangat kepada kakak kelasnya tersebut tentang bagaimana kak Laisa dan segala kebaikan kakaknya. Sang kakak kelas begitu antusias dan menyambut baik niat perjodohan itu. Saat Dalimunte hendak memberi tau foto kak Laisa pada kakak kelasnya itu, sang kakak kelas menolak, tak perlulah..aku yakin dg rekomendasi darimu

Hingga saat ia datang hendak melamar laisa ke rumah, ia tertegun saat melihat bagaimana fisik calon istrinya, yg kata Dalimunte sangat istimewa. Dia mendadak melupakan niat itu, ya mungkin bisa dibilang langsung ilfeel kali ya..

Dia meminta maaf pada Dalimunte sekeluarga..dan langsung pamit saat itu juga…(ternyata dugaan Dali salah, ia tak menduga klo fisik msh sangat berperan penting). Mungkin sudah fitrah nya, klo laki2 menyukai dan menginginkan istri yang cantik, lembut, anggun dan sholeha.. (perfect bngt). Hmm…ya hak mereka juga sih..

Pedihnya hati Laisa tak sampai di situ….bahkan hingga ia menemukan seseorang yang benar2 mencintai dia apa adanya, dan menerima segala kelebihan dan kekurangannya, karena tak kan ada yg sempurna. Laki2 yang begitu bijak ..saat tinggal selangkah lagi menuju khitbah..saat itulah Allah berkehendak lain..kehendak yg tak seorangpun bisa menghentikannya..

Kehendak Allah yang Maha Memiliki segala sesuatu ..Yg Memiliki langit dan bumi beserta segala isinya….

Maa yaftahillaahu linnaasi mir rohmatin, falaa mumsika lahaa;

Jika Allah sudah berkenan memberikan rahmat kepada seseorang, berkenan memberi perubahan nasib, berkenan memberi keberuntungan, berkenan memberi jalan untuk seseorang menjadi kaya dan bahagia, maka tidak ada seorangpun yang mampu menahannya.


Wa maa yumsik, falaa mursila lahuu mim ba’dih; Tapi bila Allah sudah berkenan juga untuk menahan rahmat buat seseorang dan berbuat sebaliknya, maka tidak ada satupun yang sanggup menghalangi-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana”.

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Faathir: 2).

Laisa..calon bidadari surga yang tetap menjaga izzahnya ..yg tetap terhormat sebagai seorang muslimah..bagaimana dengan akhir kisah nya? silakan baca sendiri..:)

meski tak sebagus Hafalan Shalat Delisa..namun ratingnya cukuplah untuk buku ini

Pagi ini, serasa mimpi. Hehe2, bukan apa-apa sih. Hari ini adalah jadwal UAT ke user, semoga bisa disign-off dan training segera dilakukan, kemudian live :) ..sebulan lagi kali

Hujan dini hari, tiap senin pagi biasanya hujan, tapi hari ini bener2 nyantai karena diassign ke sunter, sehingga tidak perlu berangkat pagi-pagi bngt. Meski cuma setengah hari menggantikan Datu yang otw dari Jogja..

Naik angkot yang cuma 5 menit-an udah sampai kantor..senengnya :) , rasanya aneh, sudah lama sekali hampir 4 bln gak naik angkot ini. Biasanya kan mengalami kemacetan di depan pasar serpong.

Sampai kantor, lantai 7..hmmm..lama gak ke sini. Senengnya… Gak terasa, daerah sederet tempat duduk itu sudah sepi, karena sudah ada yang resign, bahkan gak tau tiba2 sudah resign, ketinggalan berita ;p

Jadwal UAT jam 8, eh usernya gak nongol2. Jam 9 sudah berlalu juga belum ada. Kebetulan sekali, saat testing sync BTSC dari SAP ke PSS, program.NET nya error. Dan si Vendor aneh itu tidak masuk hari ini. Bisa2nya ya, vendor itu di hire. Siapa juga yg nyuruh mereka gak masuk di hari Senin. Ternyata key user yang ditunggu tidak bisa hadir hari ini..jadi syukurlah

Setengah hari bisa santai dan tinggal fix testing untuk bug2 yang msh ada, dan check report…senengnya..bisa santai kyk hari ini setelah diasingkan di sana selama 3 bln lebih, meski di sini cuma sehari

Dan momen2 manis adalah saat menunggu adzan di masjid Astra..hmm…adzan yang syahdu..suara ustadznya bagus, lagunya bagus. Enake…kangen bngt sama suasana di sini…emang betahnya krn suasana lingkungan di sini…rasanya bisa menghirup udara segar

sepertinya nanti sore bisa pulang cepat :) ..pengn pengn bngt ..pulang di bawah sinar cahaya matahari sore..

Alhamdulillah…sebuah nikmat yang jarang kita sadari , akan kita rasakan kalau kita kehilangannya.

Alhamdulillah…bersyukurlah bisa sholat tepat waktu, bisa berjamaah di masjid, bisa menunggu adzan..sholat sunnah di masjid

Karena ia adalah nikmat yang tak ternilai harganya..ya sebuah kerinduan yang dalam untuk dekat dan berusaha taat menegakkan semua perintahNya..

satu harapan terucap : Ya Allah bimbinglah kami menuju jalan yang semakin mendekatkan kami kepadaMu..jalan cahayaMu

1 .SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun
sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan
sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini
memberi hikmah yg mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/
terapi penyakit TB
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

2.AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari
kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut
halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan
berminyak wangi.
“Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap
orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi
dan memakai harum-haruman”(HR Muslim)

3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN

Sabda Rasul :

“Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum
lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak
(tidak sampai kekenyangan)”(Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :
Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan
sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu
tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya
Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan

4. GEMAR BERJALAN KAKI

Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan
jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.
Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,
pori-pori terbuka dan peredaran darah akan
berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah
penyakit jantung

5. TIDAK PEMARAH

Nasihat Rasulullah : “Jangan Marah”diulangi sampai
3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan
kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah
belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh
kebersihan dan kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka
duduk,dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari
syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan
menghilangkan kegundahan hati

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis
yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap
sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta
tawakal kepada Allah SWT

7. TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga st abi litas hati & kesehatan jiwa,
mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan
tindakan preventif yang sangat tepat.

Tahapan Berinteraksi dengan Al-Qur’an (Bag. 1)

1. Sudah berimankah aku terhadap kebenaran Al-Qur’an?

‘Ya Allah, dengan Al-Qur’an, karuniakanlah kasih sayang-Mu kepadaku. Jadikan Al-Qur’an sebagai imam, cahaya, hidayah dan sumber rahmat bagi hamba.’

2. Sudah mampukah aku membacanya?

Sejak balita aku mulai belajar a ba ta tsa, Alhamdulillah sekarang sudah mampu membaca Al-Qur’an.

Tausiya al-ustadz:
Langkah ini sangat penting karena merupakan golden gate (pintu gerbang emas) untuk memasuki alam Al-Qur’an.’

3. Jika sudah mampu membacanya, mampukah aku membacanya dengan baik sesuai dengan makhraj, sifat dan ahkamnya?

Sejak SD aku sudah lancar membaca Al-Qur’an sampai umurku 20-an tahun rasanya aku semakin lancar bacaannya. Sehingga aku merasa optimis bisa masuk level pertengahan setidaknya saat testing penempatan level di Ma’had Al-Qur’an program tahsin tilawah. Eh, ternyata lancar saja tidak cukup tetapi harus sesuai dengan makhraj, sifat dan ahkamnya. Jadilah aku belajar mulai level awal, tidak mengapa agar aku bisa belajar mulai dari kesalahan umumnya orang dalam membaca Al-Qur’an.

‘Alhamdulillah, Engkau telah memberiku kesempatan memperbaiki bacaan Al-Qur’an.’

Tausiyah al-ustadz:
Suatu hal yang naif jika kita membaca Al-Qur’an, yang diturunkan dalam bahasa Arab, tetapi kita tidak termotivasi untuk membaca sesuai dengan pengucapannya yang tepat, maka diperlukan bertalaqqi kepada seorang ustadz tahsin tilawah.

4. Jika sudah membacanya dengan baik, sudahkah aku membacanya rutin setiap hari? 1 juz sehari? khatam 12 kali setahun?

‘Ya Allah, karuniakan padaku kenikmatan membacanya sepanjang waktu, baik tengah malam atau tengah hari, Jadikan Al-Qur’an bagiku sebagai hujjah, ya Rabbal ‘Älamiin.’

Tausiyah al-ustadz:
Berbahagialah bagi yang sudah rutin mengkhatamkan Al-Qur’an sebulan sekali. Ketahuilah, jika fase ini saja tidak termotivasi ingin bisa, maka betapa jauhnya perbedaan derajat diri kita dengan salafush shalih, yang pada umumnya mampu khatam sepekan sekali, bahkan tiga hari sekali.

5. Jika sudah rutin, apakah kebiasaan membaca Al-Qur’an menambah bobot iman dan islamku? meningkatkan loyalitas terhadap Allah swt, Rasul-Nya dan Al-Qur’an?

‘Wahai Yang Maha membolak-balikan hati, teguhkan hatiku dalam agama-Mu, teguhkan hatiku dalam taat kepada-Mu.’

Tausiyah al-Ustadz:
Loyalitas kita terhadap Allah swt, Rasul-Nya dan Al-Qur’an menghasilkan energi untuk membela al-Islam.

Tahapan Berinteraksi dengan Al-Qur’an (Bag. 2)

6. Adakah keinginanku untuk menghafal Al-Qur’an?

‘Ya Allah, ingatkan aku bila ada ayat yang aku lupa mengingatnya.’

Tausiyah al-ustadz:
Dengan menghafal Al-Qur’an, jiwa dan otak kita akan terus menyerap lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang diulang-ulang begitu banyak oleh lidah kita.

7. Apakah aku sudah rutin membaca tafsir atau menghadiri majlis tafsir agar memahami ayat-ayat Al-Qur’an?

Tausiyah al-ustadz:
Pemahaman kìta terhadap Al-Qur’an akan sangat membantu dalam proses mentadabburi Al-Qur’an, sehingga selalu melahirkan energi baru dalam menghadapi berbagai problema kehidupan.

8. Siapkah aku menjadi manusia Qur’ani?

Tausiyah al-ustadz:
Inìlah tahapan yang cukup tinggi dimana manusia dituntut untuk menjadikan seluruh sendi kehidupan kita- baik pemikiran, perhatian, rumah tangga, pendidikan, ekonomi, politik, negara dsb- disesuaikan dengan Al-Qur’an.

9. Siapkah aku untuk berjihad di jalan Allah?

‘Ya Allah, jadikan setiap langkah kakiku adalah jihad di jalan-Mu.’

Tausiyah al-ustadz:
Jihad fii sabiilillah inilah puncak berinteraksi dengan Al-Qur’an.
***

Tausiyah oleh ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Al-Hafizh, Lc.

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, sayangi aku dengan Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an bagiku pembimbing dan cahaya, petunjuk dan rahmat. Ya Allah, ingatkan aku pada apa yang aku lupakan dari Al-Qur’an dan ajarkan padaku apa yang aku tidak ketahui darinya. Anugerahkan padaku ghirah untuk membaca Al-Qur’an pada saat-saat malamku dan saat-saat siangku. Jadikan Al-Qur’an hujjah bagiku ya Rabbal ‘alamin.

“Masih di sini menunggumu..”

Menunggu di sini bisa diartikan menunggu seseorang, tapi cerita kali adalah menunggu bus :)

Senin dini hari, hujan mulai turun, mendekati jam berangkat, sekitar 5.50, hujan bukannya semakin reda, tetapi malah semakin deras. Hingga pukul 06.15 tak kunjung ada tanda2 akan reda, jadi terpaksa nekat berangkat dg membawa payung. Jalan dari depan kos ke jalan raya lumayan lah, anginnya kencang sehingga tuh payungnya mau terbang terus, alamat tas dan jaket udah basah, termasuk rok dan sendal sudah gak karuan bentuknya.

Kopaja 27 adalah rute pertama menuju BSD, anehnya si Kopaja tidak lwt jalan biasa, dan menurunkan penumpang di bawh tol dan di pinggir tepat kami turun, air sudah menggenang sedemikian rupa. Jadi ya berenang-renang dikit ;p. Ku sebrangi jalan yos sudarso di depan mall Artha Gading itu. Hujan kian lebat, 5 menit, 10 menit, 20 menit, tak ada bus 43 Jur Priuk- Cawang Uki yang lewat, kemana ya nih busnya?

Cuma ada bus2 lain tapi mereka tidak lewat cawang. Jalan raya di depanku awalnya tanpa air, tapi setelah 30 menit aku berdiri mematung di situ, air mulai dateng dan menggenang. ada mobil lwat, dan klo taksi atau bus lain, mereka hanya menyiram kaki dan rok bwah, tapi dasar sebuah mobil yang kencang bngt melaju ..hingga air genangan itu membasahi baju, wajah dan jilbab..hiks..dingin bercampur air kotor, percuma rapi2 berangkatnya, eh gak taunya udah kesiram air sungai nan coklat

Akhirnya datanglah tuh bus yg ditunggu, tapi ya ampun penuh bngt, dan aku cuma dpt tempat berdiri pas di depan pitu, jadi klo gak pegangan, pastilah jatuh ke jalan raya. Sabar…rasanya udah mau pulang aja, klo gak inget kita hrs bersikap tanggung jawab & amanah dg pekerjaan dan profesi kita, dimanapun

Sampai di tengah jalan, bus itu berhenti dan kami disuruh turun, why? ternyata si bus itu lagi demo, dia mau nyusul, untuk menolak penurunan tarif. akhirnya kami turun dan buyar mencari bus lain. Aku naik angkot apa aja sampai uki..nyeberang terowongan penjual buah dan nunggu bus Cikarang-BSD. Hujan belum reda, Sudah setngah jam menunggu..again ..gak ada2..katanya bus itu macet di daerah jati bening..

semakin dingin..rasanya mau naik bus lainnya saja, lwat bus ke arah Bogor, Sukabumi atau Garut..mau lari aja jalan2 sendiri. Tak lama bus merah itu datang, dan langsung diserbu puluhan penumpang. Sambil berlari-lari, akhirnya aku berhasil masuk ke bus agra itu, tapi again g dpt tempat duduk. gemetar dan puyeng..tapi sykurlah di arah terminal kampung rambutan ada ibu2 yang turun, dan aku bisa duduk di sana. Alhamdulillah..g jadi pingsan :)

syukurlah..meski macet panjang di cilandak selanjutnya..sudahlah . sudah pasrah :) ..

Bismillaahi tawakkaltualallah

Akhirnya sampai juga di kantor 09.30..