Perkenalan pertama dengan beliau, sosok yang sederhana dan cukup friendly. Dari cara berjilbab nya yang rapi, awalnya memberikan kesan agak kaku kalau diajak bercanda. Tapi setelah beberapa kali berinteraksi ternyata beliau teman cerita yang asik dan rame juga. Mungkin juga tergantung cara kita memancing topik pembicaraan J
Profesinya adalah pengajar tahsin, baca alqur’an dengan memperhatikan bacaan nya, baik panjang pendek (Mad), makhraj, sifat huruf, hukum bacaan (tajwid), hingga bacaan khusus missal ghorib, saktah dll. Beliau bekerja di salah satu lembaga bimbingan al qur’an dan tahfiz di daerah Jakarta Timur. Tetapi karena beliau belum berkeluarga, maka diberikan amanah untuk mengajar keliling ke tempat muridnya, bukan di tempat lembaganya. Jadi istilahnya bilal, guru yang mendatangi murid2nya. Mengajarnya sesuai waktu perjanjian si murid tersebut. Ada yang dating ke rumah per minggu, ada yang berkelompok misalnya seperti ibu-ibu di department bea cukai.
Membayangkan transportasi beliau dengan bus dan rute angkot di Jakarta, maka butuh waktu yang tidak sebentar untuk mencapi rumah muridnya, dan juga letih yang telah diabaikannya. Selain niat mencari rizqi Allah, sesungguhnya ada nilai ibadah yang begitu besar di sana, karena dia telah mengajarkan cara baca Al Qur’an yang benar seperti apa. Kadang beliau bercerita kalau yang diajar masih muda tidak begitu ada masalah, karena masih punya semangat yang tinggi. Tapi kalau ibu-ibu, biasanya mereka agak malas dan lupa. Trus kalau anak kecil, harus penuh kesabaran karena mesti diajakin main dulu baru mau belajar, hehe.
Di sela-sela aktifitasnya mengajar, beliau juga masih terus belajar di murobbi nya di lembaga itu, sekalian tahfiz, sudah juz 29 dan 30 yang dihafal. Subhanallah…
Beliau lulusan setingkat SMA kalau tidak salah..dan ingin sekali mengajar di sekolah islam..Cuma kendalanya adalah syarat pendaftaran lulusan S1 dan bisa bahasa Arab..
Sebuah keinginan yang selalu diucapkannya dengan penuh semangat… (ku dengar dengan berbinar juga, semoga suatu saat mimpi nya terwujud)
Untuk belajar bahasa Arab kendalanya adalah waktu yang belum ada jika harus masuk lembaga khusus untuk belajar itu… (hmm…memang gak bisa klo bljr sendiri, hrs ada gurunya, jadi merindukan saat2 belajar kosakata dan angka di Arrahman..kenapa semua ilmu itu hilang tak berbekas dr ingatan? Apakah karena begitu banyak salah dan dosaku ya Rabb)
Beliau bercerita klo dulu SMA belum pakai jilbab dan masih gaul banget.
Mbak, koq bisa perubahannya cepet gitu? Saya koq lama dan mb koq bisa drastis bngt, dari yang pakaian terbuka bngt jadi tertutup rapi?..(hihi jadi malu)
Itulah kalau Allah sudah memberikan hidayah, tapi sekali lagi hidayah tdk dating dengan sendirinya, tapi harus kita usahakan, cari dan kita kejar. Sebenarnya ada yang lebih sulit lagi adalah fase mempertahankan suatu keadaan (istiqomah), yang harus lebih baik dari sebelumnya.
Jangan salah, kita tak pernah tau ..kita akan bagaimana bsk, lusa, tahun depan dan meninggal dalam keadaan bagaimana? Apakah masih tetap dalam keadaan beriman atau sebaliknya (naudzubillahi mindzalik)..Sehingga dalam doa-doa kita seharusnya tak pernah lupa meminta agar nikmat islam, iman tak pernah hilang dari kita, dan kita meningggal dalam keadaan beriman kepadaNya..dalam keadaan khusnul khotimah.
Salah satu ceritanya untukku dan nasehatnya siang itu, entah kenapa sehabis dia mencicipi masakan sederhana yang ku masak tadi pagi, beliau bercerita ttg teman-temannya. Beberapa temannya sedang mengeluh dan bertanya-tanya kenapa mereka sampai usia 29 dan 30 thn, belum dipertemukan dengan belahan hatinya. Sekali lagi masih ada yang berkata : telah melakukan sholat dan berdoa terus, tapi kenapa belum diijabah oleh Allah.
Astaghfirullah., mungkin mereka khilaf saat mengucapkan itu. Tak ada hubungan antara kita melakukan ibadah sholat, puasa dll dengan belum dikabulkannya apa yang kita minta. Ibadah adalah wujud pengabdian, kewajiban dan kebutuhan kita kepada Sang Pencipta. Ibadah ya harus dilakukan, sebaiknya tak diembel-embeli, aku kan sudah melakukan ini, itu, tapi kenapa Allah belum memberikan yang kuminta.
Ya sudah..lakukan ibadah kita sebaik mungkin dan terus berdoa. Masalah dikabulkan atau tidak itu urusan dan hak mutlak Allah. ..Pernah baca kalau doa kita itu ada 3 kemungkinan :
1. Dikabulkn saat ini oleh Allah
2. Sedang ditunda, dan akan dikabulkan nantinya
3. Tidak diijabah, tapi akan diberi yang lain, ganti yang lebih baik
Kemudian beliau menasehati ke teman2nya itu, mungkin kita nya yang belum maksimal dlm beribadah atau cara kita meminta yang masih salah. Bagaimana dengan sholat kita, apakah sudah tepat waktu saat adzan dikumandangkan, ataukah kita termasuk orang2 yang suka menunda sholat, menyepelekan dan suka membuat keringanan sendiri?…(tanggung masih ada kerjaan, macet, di jamak saja dll)
Kalau salah satu indicator itu saja kita masih lalai, maka marilah diperbaiki. Karena klo panggilan Allah saja kita tunda, maka wajar klo Allah masih menunda permintaan kita kan?
Next, cara kita meminta…Mulailah dengan urutan yang benar, tata cara berdzikir yang sudah dicontohkan. Misal mulailah dengan alfatihah, ayat kursi, istighfar, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, sholawat..mohon ampun, memuji kebesaran Allah, bersyukur atas semua nikmat dan karuniaNya..berdoalah untuk orang lain, keluarga, sahabat, saudara2 kita..baru yang terakhir adalah special doa untuk kita sendiri.
Terus di penutup siang itu, prinsipnya adalah carilah yang bisa menutupi kekuranganmu dan sebaliknya kamu bisa mengisi kekurangan dia.
Kembali lagi bahwa tiap orang punya kekurangn dan kelebihan masing, itulah makanya tujuan dipasang2kan, untuk saling mengisi dan melengkapi. Tak perlu banyak criteria dan syarat, tak perlu muluk-muluk, tak perlu yang bisa ini dan itu. (..hmm yg bisa menerima kita apa adanya, sebagai satu paket yang punya kelebihan dan kekurangan..mungkin itulah arti memahami, bukan hanya menuntut dan seabrek syarat terlalu tinggi yang susah dipenuhi oleh seseorang). Cukup criteria utamanya saja, yg bnr2 tentang aqidah atau tujuan hidup dia misalnya, yang lain terimalah apa adanya, itu bisa dibangun bersama)
Thx mbak..atas nasehat nya, terimakasih untuk sharing dan pengalamannya..smoga Allah memberikan yang terbaik untuk mbak J. Dan untuk saya juga ..Amin
Written by yg msh trs belajar memahami semuanya
@t Jkt, 7 Maret 2009, 23.55 pm