April 2009


“Mereka (istri istri kamu) adalah pakaian untuk kamu dan kamu pun (wahai para suami) adalah pakaian buat mereka (QS 2 : 187)

Sebuah petikan khutbah Nabi Muhammad SAW saat pernikahan Ali bin Abi Thalib & Fathimah :

“Segala puji bagi Allah yang dipuji dengan segala nikmat-Nya,
yang disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya,
yang ditakuti azab dan kekuasaan-Nya, yang perkara-Nya meliputi langit dan
bumi-Nya, yang menciptakan makhluk dengan takdir-Nya,
yang mengistimewakan makhluk-Nya dengan hukum-Nya,
yang  memuliakan mereka dengan agama-Nya,
yang menjadikan mereka mulia dengan Nabi-Nya
Muhammad saw.

Sesungguhnya Allah nama-Nya Maha Mulia, Maha Tinggi dan Maha Agung.
Ia telah menjadikan mushaharah (hubungan keluarga karena pernikahan) sebagai sebab penerus generasi manusia, perkara yang menjadi sebab penyambung keluarga dan penerus generasi manusia.

Allah yang Maha mulia firman-Nya menyatakan:
“Dialah yang menciptakan manusia dari air kemudian menjadikan manusia mempunyai ket100-0207urunan dan mushaharah, dan Tuhanmu Maha Kuasa.” (Al-Furqan: 54).

Perkara Allah swt berlaku dalam ketetapan-Nya, ketetapan-Nya berlaku dalam takdir- Nya, setiap ketetapan mempunyai takdir, setiap takdir mempunyai ajal, dan setiap ajal mempunyai kitab, “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan (apa yang dikehendaki), di sisi-Nya ada Ummul Kitab.” (Ar-Ra’d: 39).

Ya Allah himpunlah apa yang masih terserak dalam jiwa keduanya ……
Satukanlah apa yang masih bertebaran
Sinarilah dengan cahaya wajahMu…yang menyinari langit dan bumi..
Yang menyinari hati dan pikiran keduanya
Berkahilah jejak dan langkah keduanya dengan keberkahan-Mu yang melimpah di dunia akhirat agar mereka selalu bergandengan tangan dalam pengabdian kepadaMu

100-0218Ya Allah..Wahai Tuhan yang Maha Kuasa membolak balikkan hati manusia..

mantapkan hati keduanya dalam menjalankan agamaMu dan mantapkan serta tumbuh kembangkan cinta keduanya dalam ketaatan kepadaMu

 Doa untuk teman dan sahabat2 ku yg jauh di sana…selamat yg telah menyempurnakan setengah dien nya dan yg sedang menghitung hari untuk menggenapkan separuh dien juga

 Tofa & Sulis di Balikpapan…(teman SMP, SMA)
Rini & suami  di Jakarta..(Teman SMP, SMA, kuliah di ITS jg..)
Retna & suami..di Magetan (teman SD, SMP, SMA)
Linda & suami di Situbondo (adik kos di ITS..)
Prevan & istri di Sidoarjo…

Bangkitlah negeriku

Harapan itu masih ada

Berjuanglah bangsaku

Jalan itu masih terbentang

Bismillah…

Ada banyak pihak yang berlomba-lomba menawarkan janji kepada rakyat. Kampanye terbuka hingga kegiatan-kegiatan sosial yang mengatasnamakan partai ramai di mana-mana. Tak tanggung-tanggung dana yang mereka keluarkan, bahkan salah satu partai baru yg mulai naik daun, dikarenakan promosi dan dana besar dari sang ketua partai. Lihat saja iklan nya di TV begitu gencar, Bahkan ketika partai lain sudah habis dananya di akhir masa putaran kampanye, partai tsb masih punya gudang uang sisa.

Janji2 ttg penurunan harga sembako, kesejahteraan petani dan rakyat kecil, pendidikan dan kesehatan gratis, keamanan dan ketertiban negara, pemerintahan yg bersih dari korupsi dll…diulang-ulang tiap hari.

Adalah hak bagi tiap orang, tiap warga negara untuk memilih apa yg diyakininya benar, yg menurut dia, menuju sebuah tahap yg lebih baik. Memang tidak ada yang perfect, setidaknya ada sebuah idealisme untuk menuju perubahan dan perbaikan.

Gunakanlah hak pilih Anda. Paling kesal saat ada orang yang pesimis dg parpol saat ini. Sehingga mereka memilih golput saja. Sadarkah mereka, satu suara itu adalah sumbangsih untuk bangsa. Kita adalah komponen pendukung maju atau tidaknya negara kita. Meski peran kita kecil, sekecil apapun itu, di bidang apapun, kita adalah khalifah di bumi ini. Bagaimana mungkin kita cuek dan tak peduli ?

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikuti bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagai mereka selain Dia. “ (QS. Ar Rad ayat 11)

Halah..sama aja, semua parpol sama, sama2 gila kekuasaan, klo sudah jadi pemenang ya sama saja. Mungkin itu adalah anggapan dr banyak orang di negeri kita tercinta. Anda salah..setidaknya anda punya sikap atau pilihan. Klo golput atau tidak menetapkan pilihan berarti Anda menghilangkan kesempatan Anda untuk ikut berperan serta memperbaiki negeri kita.

Jadi sudahkah anda menetapkan pilihan Anda ??

”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Q.S. Ali Imran (3) ayat 103]

(Ya Allah, persatukanlah hati kami, perbaikilah hubungan antara kami. Tunjukkanlah kepada kami jalan-jalan keselamatan. Jauhkanlah dari kami segala hal yang keji baik yang lahir maupun yang batin. Dan berkatilah kami dalam pendengaran dan penglihatan kami. terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang)

Ya Allah semoga pemimpin2 kami dalam lindunganMu, berada dlm jalan keistiqomahan. Berikanlah kemenangan untuk kami, bukan  kemenangan dalam arti sempit (perolehan suara terbanyak) tapi arti sebuah kemenangan adalah kemenangan tetap tegaknya dien Islam di Indonesia ..amin

Melihat Ibu Nursanita pertama kali adalah pada sebuah seminar yang di adakan oleh Riska, Sunda Kelapa di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta. Beliau mengisi pada salah satu sesi, lupa di bab apa, yg jelas isi materinya bagus, berbobot, cara penyampaiannya mengena dan asik.

Hingga akhirnya kami berusaha mencari contact person beliau, dan pas bngt beliau bisa ngisi di kajian muslimah di kantor kami. Yang dateng rame, mulai dari TAM, TSO, ADM bahkan dr AHM. Temanya cocok sekali dengan kapabilitas beliau, peran wanita di keluarga dan karir.

Terimakasih bu, udah jauh2 dari Senayan datang ke Sunter, muter2 nyarinya :) , sendirian lagi bwa mobilnya

Satu pesan waktu nganter beliau ke mobil, mbak..di sini masih banyak potensinya, banyak kader2 perempuan yg muda, sayang sekali kalau tidak dilanjutkan pembinaan lewat kajian2 yang lebih bagus.

Pesan yg dalam dan begitu berat bagi kami, yg ada di tahap pemula.

smoga sukses untuk tanggal 9 april bu, dukungan dan doa kami menyertai. Amin

Berikut profile beliau yg diambil dari salah satu berita di web nya PKS

ibu-nursanita-nasutionNursanita Nasution adalah anggota DPR RI Periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Pemilu 2009 Nursanita PKS masih memberikan kepercayaan kepadanya sebagai calon legislatif DPR RI periode 2009-2014. Meski ia menyandang marga Nasution, namun semasa kecilnya dipanggil dengan sebutan Butet. Nursanita sebenarnya lebih banyak melalui dan menghabiskan waktunya di Jakarta.

Di usia ke-47, Nursanita memiliki berbagai pengalaman di dunia akademik dengan menjadi dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) terhitung sejak tahun 1985. Ia juga pernah menjabat sebagai dosen di Program Ekstension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI).

Aktivitas Nursanita tak cukup sampai disitu. Mantan Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS ini juga pernah dipercaya sebagai Sekjen International Moslem Women Union (IMWU). Saat ini Nursanita menjabat sebagai anggota MPP PKS. Ibu dari 7 putra-putri ini menyandang gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sejak tahun 2006.

Menurutnya, penunjukannya sebagai caleg dari PKS adalah amanah dan tugas da’wah yang wajib disukseskan bagi setiap kader untuk memperbai kondisi masyarakat. Dan dengan menjadi anggota DPR RI kita mampu menjadikannya sebagai sarana memperbaiki perundangan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Ia mengungkapkan, dengan banyaknya kasus korupsi dan tindakan asusila oleh anggota parlemen di Senayan membuat wibawa anggota dewan terhormat jatuh harga dirinya. Karena itu, ia bertekad untuk mengembalikan wibawa DPR melalui PKS yang dikenal bermoral.

Nursanita di-calegkan oleh PKS bernomor urut 3 dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta 2. Dengan bertempat tinggalnya di Jakarta Selatan, memudahkan diri berkomunikasi langsung dengan konstituennya. Selama menjadi anggota DPR, Nursanita juga sering turba (turun ke bawah) mendengar jeritan masyarakat untuk mensinerjikan dan mengartikulasikan kepentingan konstituennya.

 Profile Lengkap :

Nama Lengkap & Gelar :  Nursanita Nasution, SE., ME.

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat & Tanggal Lahir : Medan, 08-Februari-1961

Agama : Islam

Status Pernikahan : Menikah

Nama Istri/Suami : Ir. Arlin Salim

Jumlah Anak : 7 (tujuh)  Orang

Alamat Kantor : Gd. Nusantara I Lt. 4 R. 0417 Jl. Gatot Subroto Gd. DPR/MPR RI Jakarta

 

Alamat Rumah :

1 Rumah Jabatan Anggota DPR RI Blok B – 4 No. 173 Kalibata Jakarta 12750

2 Jl . Keselamatan II No 6 Tebet, Jakarta Selatan

 Telpon,Fax Rumah : 8304705, 7988 932 (Fax) 8379 0059 (Hp) 0812 969924,

 Email: nursanitan@yahoo.com

 

 Website: www. nursanitanasution.multiply.com

http://nursanitanasution.blogspot.com/

 

 RIWAYAT PENDIDIKAN

 1 SDN 7 Duri Riau 1973

 2 SMP Santo Yosef Duri Riau 1976

 3 SMA Don Bosco Padang 1980

 4 S1 Fakultas Ekonomi UI 1985

 5 S2 Pasca Sarjana FE UI 1990

 6 S3 Pasca Sarjana UNJ, Program Doktoral, 1998

 

PENGALAMAN/JABATAN PADA ORGANISASI

1 Ketua Keputrian Masjid Arm UI 1983

2 Wakil Sekretaris BPM FE UI 1984

3 PB HMI 1984

4 Wakil sekretaris jendral KPPI 2002

5 Sekretaris jendral IMWU 2000

 

KEANGGOTAAN/JABATAN DI DPR

1 Komisi XI

2 Fraksi PKS

3 Badan Urusan Rumah Tangga

 

 

 

  Ibu Wirianingsih (Caleg DPR RI Dapil 3 Jakarta Utara)

Membaca profile beliau pertama kali di Tarbawi, seorang ibu yang memilik 11 orang anak yang memiliki segunung amanah, yaitu :

Ketua organisasi PP Salimah, forum silaturrahim sesama anggota Majelis ta’lim melalui ”Forum Silaturrahim Persaudaraan Muslimah” (FORSIL SALIMAH). Melihat krisis moral dan akhlaq msyarakat saat ini, maka diperlukan forum yang bisa menampung dan membina majelis taklim perempuan, agar akhlak perempuan dan anak-anak di dalam keluarga masing2 tetap terjaga.  http://www.salimah.or.id/

” Sebaik-baik sesuatu adalah perkataan yang lembut yang digali dari dari laut yang dalam, melalui lisan seseorang yang yang lemah lembut ” ( Yahya bin Mu’adz )

Aktif di LSM Asosiasi Selamatkan Anak Indonesia

Ketua PGTK Bina Insan Kamil

ibu-wirianingsihDan kalau beliau memberikan materi kajian Subhanalloh, sangat bagus, menarik, bersemangat, lembut tapi tegas.

Pernah denger waktu di acara Pekan Tarbiyah di daerah Blok M, waktu itu tentang dakwah dan peran muslimah di dalamnya

Kontribusi Menuju Kemenangan Dakwah.

Berawal dari menyamakan paradigma berfikir kita tentang Muslimah. politik Dakwah dan Dakwah Politik. Dalam persepsi Muslimah, Politik dan Dakwah

QS 3:104-110 yang berbicara tentang dakwah

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia karena kamu menyuruh untuk berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”

 QS 4: 124 berbicara tentang Dakwah merupakan suatu kebutuhan

“Dan barang siapa yang mengerjakan amal kebajikan baik laki-laki maupun perempuan mereka itu akan masuk kedalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun “.

Salah satu indikasi keberhasilan dari Dakwah adalah ketika suami istri bekerja dalam dakwah bagaikan seekor burung yang mengepakan sayapnya terbang menjulang tinggi. Artinya disini, seorang suami adalah sayap yang satu, sedangkan si istri sayap yang satunya lagi. Terbang selaras menepakan sayapnya. Ketika salah satu dari sayapnya patah maka tak mampu terbanglah burung itu.

Beliau pun menceritakan realitas perempuan Indonesia, dalam bidang pendidikan misalnya hanya 1,33% perempuan Indonesia yang mengenyam pendidikan S1 ke atas, 66,3% berpendidikan SD sampai SMA dan 33,3% tidak tamat SD….sungguh memilukan. Sementara dalam Muslimah Dakwah Politik beliau mengungkapkan hendaknya seorang muslimah belajar memiliki ketajaman instituisi dalam politik, melakukan pengayaan tsaqofah (wawasan), meningkatkan kemampuan membaca peta dakwah (membuat analisa SWOT), membuat perencanaan penyusunan strategi dan lain sebagainya.

 Seorang kader sejati adalah seorang yang memiliki kemampuan berdialog dengan yang lain sehingga yang diajak berdialog itu nyaman duduk bersamanya hatta itu seorang musuhnya sekalipun. Pesan beliau janganlah seorang muslimah keluar rumah (maksudnya beraktivitas dakwah diluar rumah) sebelum keadaan dirumah sudah termanage dengan baik, sebelum anak-anak mampu membaca al Qur’an dengan tangannya sendiri.

Subhanalloh dengan segudang aktivitas … dengan 11 orang anak…banyak orang bertanya bagaimana bisa seperti itu… dengan anak-anak yang sukses bahkan sebagian anaknya sudah hafal seluruh AlQur’an sebagiannya lagi masih beberapa juz. Sungguh kunci dari ini semua aku pikir adalah ruhiah yang tinggi, kedekatan dengan Alloh…, memanage waktu dengan baik…inilah yang aku pikir sebagai sebuah ma’rifatulloh yang sebenarnya.. yang menghasilkan individu yang cemerlang…Subhanalloh…

 wah..tak terasa aku duduk di sana dengan cueknya..nyasar, di antara mbak2 dan akhwat yang berjilbab rapi dan lebar. Akhwat bngt deh mereka. Serasa salah tempat dan nyasar..salah kostum dll…. Ya Allah memang hamba masih jauh dari mereka, sosok pejuang dakwah, muslimah yg kaffah, mujahidah islam, dan sebutan untuk ukhti-ukhti itu. Semoga bisa belajar dari mereka..sedikit, sedikit dan pelan…

Profile :

Dra. Wirianingsih Bc.Hk

TTL : Jakarta, 11 September 1962

Pekerjaan: Dosen, Mahasiswa Pasca Sarjana, Ibu Rumah Tangga

Organisasi: Ketua ASA Indonesia, Ketua Persaudaraan Muslimah (Salimah), Presidium BMOWI

Suami: Mutammimul Ula, SH

Putra/putri:

Afzalurrahman  A, Faris Jihadi H, Maryam Q,  Scientia Afifah  T,  AHmad  Rosikh  Ilmi,  Ismail Ghulam H,  Yusuf  Zaim H,   M S  Basyir,  Hadi Sabila Rosyad , Himmati Muyassarah, Hasna Khoirunnisaa (wafat)

sebagian sumber dr blog teman : teh tahmidah (multiply)

            Aku dan Fifa adalah sahabat sejak kami kuliah dulu. Bagi kami berdua persahabatan kami begitu banyak memberikan kenangan dan ilmu yang bermanfaat. Setelah lulus aku diterima kerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Maka dengan berat hati, aku meninggalkan Surabaya, kota yang sudah mengajarkan kami banyak hal. Dan juga meninggalkan Fifa. Tapi bagaimanapun semua harus tetap berlanjut, karena aku sangat yakin bahwa Allah menyuruh kita bertebaran di muka bumi, di belahan manapun, agar umat manusia mencari rizkiNya. Dan kenapa harus di Jakarta?

 

            Ku tepis keraguan ini karena bagaimanapun kata Fifa kemarin, saat mengantarku di stasiun Pasar Turi, ”Kita harus berprasangka baik kepada Allah. Belum tentu Jakarta sesuai dengan bayangan kita selama ini,dan aku yakin Allah punya rencana yang terbaik untukmu.Yang penting kamu jangan lupa buat ngaji terus, dan banyak doa mohon petunjuk dari Allah.”

           

”Demi dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, tidak ada anugrah yang paling besar yang diberikan kepada seorang hamba selain baik sangka kepada Alah Azza wa jala. Demi dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada Allah melainkan Allah akan berbaik sangka kepadanya. Hal itu karena segala kebaikan ada ditanganNya.”

(Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anh)

 ”Terimakasih Fa, buat semuanya., smoga kita tetap bisa menjalin silaturahmi ini meski terpisah ruang dan waktu.” Dan dalam hatiku, aku merasa tak ada keraguan lagi, entah mengapa dalam doa-doaku setelah sholat, aku merasakan kemantapan hati buat langkah ku selanjutnya. Tak ada ketakutan dan begitu ringan melangkah. Aku hanya minta satu hal padaMu ya Allah, berikanlah yang terbaik untuk ku, untuk kehidupan dunia dan akhiratku nanti.

            Dan di sinilah, di sebuah kota metropolis, ya Welcome to Jakarta, yang tak kalah hebat menamparku perlahan dan pasti. Kota yang begitu aku datang ke sini, sudah menunjukkan gambaran aslinya. Saat aku datang pertama kali ke sini, dimana-mana tampak kemacetan dan kesibukan orang-orang beraktifitas. Kota yang tak kenal sepi, karena saat malam tiba-pun, lalu lintas di jalan ini tak kalah sepi dengan aktifitas di pagi dan siang hari.

 

Ya …itu adalah cuplikan cerpen di halaman pertama yang kususun untuk ibu tercinta. Untuk keperluan sertifikasi guru, harus mengumpulkan cerpen dan puisi-puisi. Yang gampang ditulis di halaman awal, namun di bagian akhirnya cukup sulit untuk membuat sebuah akhir kisah yang manis. Dan beliau baru halaman pertama saja sudah tak mau melanjutkan membaca, katanya gak tega, memang di tengah2 terkesan agak menyedihkan.  Padahal di akhir cukup manis dan mengharukan. Mungkin beliau sudah membayangkan kalau pelakunya adalah anaknya. Hehe, padahal hanya sebagian saja, dan di akhir cerita nya pun ditutup dengan senyum oleh pelakunya. Dan semoga saja di faktanya jg demikian. Amin

 

di indah dunia, yg berakhir sunyi

langkah kaki di dalam rencanaNya

smua berjalan dlm kehendakNya

nafas hidup, cinta dan segalanya

 

d-belakang-monasDan tepatnya april ini atau maret kemarin, 3 tahun sudah penuh cerita di Jakarta. Tak kan cukup ku tulis semuanya di sini. Karena begitu banyak hal yg bisa dibagi dan diceritakan. Sudah menjadi sunatullah kalau manusia kadang ada di atas, kadang di bawah. Kadang bahagia, kadang sedih. Kadang begitu mudah mengatasi ujian, namun kadang merasa lemah. Nikmat dan ujian datang silih berganti, karena semua ada gilirannya masing2.

 

dan tertatih menjalani sgala kehendakMu

ku berserah ku berpasrah, hanya padaMu

Pekerjaan, lingkungan dan teman2 di kantor, teman-teman di kos, orang2 siapapun yang ku temui dan memberikan begitu banyak cinta, perhatian, nasehat. Keluarga dan teman-teman yg meski jauh dr Jakarta, yg masih memberikan dukungan dan waktunya untuk berbagi. Semuanya adalah anugerah sebuah ukhuwah dan persaudaraan yg tak terganti oleh apapun.

 

Siapa yang memberikan semuanya tanpa kita minta? Siapa yg mengatur di baliknya? Siapa ? Sang sutradara di alam ini ..Allah. Yg selalu mengarahkan manusia ke hakekat penciptaan asal dan kembalinya nanti. Yg memberikan ujian agar kita lebih dekat dg Allah, agar kita bersabar, dan tak lupa padaNya

Yg memberikan banyak nikmat, karunia, rizqi dan tentu saja ilmu untuk membuka mata hati kita agar selalu mensyukuri semuanya, agar tak lupa diri.

 

bila mungkin ada luka, coba tersenyumlah

bila mungkin tawa, coba bersabarlah

karna airmata tak abadi

akan hilang dan berganti

 

Di akhirnya, semoga sampai waktunya nanti tiba, Allah tetap menganugerahkan hal yg terindah itu, Iman dan Islam. amin

 

 

bila mungkin hidup hampa dirasa

mungkinkah hati merindukan Dia

krn dgnNya hati tenang

damai jiwa dan raga

 

(Taqdir – Opick feat Melly)

  langitYa Allah, sesungguhnya kami pada Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan, kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkah, diterima tobat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati.  

 

Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu menjelang kematian (sakaratul maut) dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon ampunan ketika dihisab

Suatu sore sehabis sholat ashar, ngobrol2 dg bu wahyu dan merebahkan badan di masjid..ehm..enaknya meski cuma bentar 5 menit-an
eh ada seorang ibu berjilbab masuk hendak sholat ..beliau menyapa

capek ya mbak..habis kerja..
istirahat dulu mb
memang istirahat di masjid paling enak

.: iya bu,hati tenang

iya mb..di rumah Allah
semua masalah terasa ringan
sambil dzikir mb…
biar hati semakin tenang
karena semua masalah akan ada jalan keluarnya
ada Allah yg Maha Penolong
yg tak kan meninggalkan kita

.: mksh ibu…kata2 sederhana itu mengingatkan kami
menerawang jauh…
ya Allah..jgn pernah tinggalkan kami sendiri..
semoga niat kami di sini
bekerja seharian
untuk ridho dan mencari rahmatMu
jadikan kami orang2 yg bersyukur atas tiap nikmatMU
Engkau tau semua yg ada dlm hatiku, yg bahkan tak kuungkapkan
(Al An’am (6) : 3)

” Dan Dialah Allah (yang disembah),di langit maupun di bumi, Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan”

Detak-detak jantung seseorang
tengah berkata kepadanya,
sesungguhnya kehidupan ini
adalah menit dan detik

tak sadar ia terus melangkah
mengejar mimpinya
padahal akhir dari semua mimpinya
hanyalah satu
kembali kepadaNya

gerakkanlah hati dengan langkah kami
untuk memenuhi panggilanMu

 

“Mudahkah bagimu untuk hapuskan semua kenangan bersama dg ku”                  

 Kalau tulisan sebelumnya adalah tentang sifat buruk lupa, yg ini masalah lupa yg lainnya. Kalau masalah lupa ini adalah lupa yg disengaja dilakukan. Tapi entah kenapa waktu dan keadaan seolah tak mendukung proses melupakan itu. Bahkan Kesibukan pekerjaan tak juga mampu mempercepat proses itu. Pengalihan pikiran pun masih kadang bisa, kadang gagal.

           Berikut adalah sebuah goresan rasa pengalaman dr seorang teman :

Hari, bulan berganti. Waktu tak mau bersahabat dan mendukungkah?

Ada yang hilang dari perasaanku..yg terlanjur sudah kuberikan padamu “

(Ada yg Hilang-Ipank)

            Entah sebenarnya aku yang belum siap atau aku yg masih menikmati keadaan dan suasana ini, Malah kadang masih bertahan dg sisa-sisa kenangan masa lalu. Masih tak beranjak dr luka itu, yg semakin ia perdalam sendiri dengan dramatisir hati. Dasar cewek, aneh bin ajaib. Sampai dengan sore itu, ada sebuah sms masuk dari seorang sahabat lama, yg mau tak mau memaksanya untuk berpikir lagi. Lagi dan lagi

Mulai berbicara tentang kabar masing-masing. Kemudian sampai pada pertanyaan yang mungkin dulu mengusiknya, tapi sekarang dia jauh bisa berpikir tenang dan tak emosi jika ada orang lain yg masuk dan mau tau urusan sensitive dan pribadi ini.

A :  iya aku tau gimana rasanya hatimu. Boleh saja kamu mengambil beberapa waktu untuk menenangkan diri, memulihkan emosi agar stabil dan netral . Boleh mikir tapi mau sampai kapan, jangan lama-lama.  Ayo mulai jalani kehidupan baru untuk masa depan, untuk menggapai ridhoNya. Yakinlah Allah pasti memberikan yang terbaik

            Kamu tak bisa bayangkan rasanya..jadi diriku yg masih cinta …

(Kotak-Masih Cinta)

B :  Aku belum bisa lupa..belum

A : Ayo..semangat ukhti. Bismillah..jangn terkurung dalam luka itu terlalu lama, atau malah kamu suka tetap berada di situ terus? Atau jangan2 kamu sendiri yang tak punya niat untuk melupakannya ?

Sampai saat ini tak pernah terpikir melupakanmu

Di dalam hatiku ku tak pernah mau melupakanmu…

 (Melupakanmu – Jiskustik)

A : Kalau kamu saja suka di kubangan itu dan tak mau bangun, ya sudah..brarti kamu menyakiti dirimu sendiri dan tak mau mengubah keadaan itu. Kamu pengecut, gak bisa menghadapi kenyataan, kamu masih suka bersembunyi di balik alasan gak bisa melupakan..itu dan itu.

Yang dinasehati tak bisa lagi menulisa sebaris kata jawab untuk sahabatnya. Mana..mana semangat yg dulu ada? Mana niatan dan ikhtiar untuk itu? Dulu begitu bersemangat dan yakin…skrg malah bertahan dg keadaan bayang-bayang yg tak mungkin.

Bangkit dan semangatlah ukhti..Jalan di depan menunggumu..menunggu apa yg bisa kau berikan pada masa depan.

Jangan mempertaruhkan hal yg tak mungkin untuk masa depan, Jangan jatuh terlalu lama..atau bertahan di sini terus. Bergeraklah ke depan untuk esok yg lebih baik, untuk kesempatan dan tanggungjawab yg harus kau ambil dan kau selesaikan semuanya.

Ingatlah satu hal tujuan awalmu..satu hal saja..meraih ridho Allah dengan itu kau bisa bangkit, berdiri, berjalan dan berlari… Bismillah..

bromo-hbs-subuh

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Ra’d : 11)

  

 

 

Pagi menjelang…mentari bersinar cerah menyapa                          bromo-1

Cahaya merahnya seakan memberikan semangat baru..

Tersenyumlah untuk pagi yang indah..

Semuanya bertasbih memuji nama Nya..

Terimakasih untuk pagi ini ya Rabb dan juga pagi2 yang lain..:D

 

..”Oh iya..lupa dimana ya? Koq bisa lupa …”

Bulan-bulan ini, sifat burukku mulai kambuh lagi, ya pelupa. Lupa nya gak tanggung2. Entah karena pikiran kemarin fokus dan terpusat ke pekerjaan dan project, gimana biar cepat live dan juga beberapa masalah menyita pikiran. Sifat lupa itu berturut-turut dan merugikan banget. Coba di list, agar lain kali tidak terulang :

·         Kehilangan ATM Permata Syariah. Terakhir kali ngambil uang adalah minggu sebelumnya saat mau berangkat ke BSD. Minggu setelah itu saat mau mengambil uang di Sunter, kyaa…kemana tuh ATM, padahal sedang kehabisan uang cash. Untungnya masih ada sisa-sisa uang di tas ransel lap top. Bener2 gak ingat naruhnya dimana, udah di obrak-abrik kos Sunter & BSD, tapi tetap aja tak ada tanda-tanda dimana nyangkutnya

·         Kartu NPWP. Terakhir ngelihatnya adalah waktu fotocopy di kantor BSD, eh pas giliran mau bikin SPT dan butuh input nomor NPWP yg tertera di kartu, si kartu tak muncul alias pergi kemana. Untungnya waktu itu pernah nyatet nomornya di file. Kalau nggak bisa pusing ngurusnya mesti pas pulang kampong

·         Lupa ngecek persediaan beras. Jadi pedhe aja pulang kerja langsung mau masak nasi buat makan malam, udah masak sayur dan sedikit lauk, tapi giliran mau nyuci beras..ah, berasnya kan kemarin terakhir, jadi hari ini habis. Wa…gimana ya..parah. Untungnya mbak ning masih ada nasi putih, jadi boleh minta J

·         Biasanya habis tgl 27, setelah gajian, langsung ambil uang untuk bayar kos. Tapi kemarin entahlah karena ada closing dll, jadi gak ingat. Belum lagi minggu ini ngantornya selang-seling, ke Pluit, Sunter, BSD, Sunter, BSD dst, baru nyadar kemarin sudah tanggal 3, kayaknya masih punya utang apa. Mana gak di ingetin buat bayar..hehe

·         Waktu perjalanan pulang dr nikahnya Ren di Jogja, gamis putihnya kehujanan dan langsung ku taruh tas kresek waktu balik ke Jakarta. Gak nyadar pas sampe di Jakarta, kreseknya ku taruh begitu saja, dan baru sempat ngecek beberapa hari kemudian, kya..gamisnya kan lumayan basah..jadi nya “jamuren”. Eman bngt padahal warnanya putih..akhirnya hrs di rendam lama biar ilang jamurnya..hiks..

 

.: semoga gak lupa2 lagi…J