“Mudahkah bagimu untuk hapuskan semua kenangan bersama dg ku”
Kalau tulisan sebelumnya adalah tentang sifat buruk lupa, yg ini masalah lupa yg lainnya. Kalau masalah lupa ini adalah lupa yg disengaja dilakukan. Tapi entah kenapa waktu dan keadaan seolah tak mendukung proses melupakan itu. Bahkan Kesibukan pekerjaan tak juga mampu mempercepat proses itu. Pengalihan pikiran pun masih kadang bisa, kadang gagal.
Berikut adalah sebuah goresan rasa pengalaman dr seorang teman :
Hari, bulan berganti. Waktu tak mau bersahabat dan mendukungkah?
“Ada yang hilang dari perasaanku..yg terlanjur sudah kuberikan padamu “
(Ada yg Hilang-Ipank)
Entah sebenarnya aku yang belum siap atau aku yg masih menikmati keadaan dan suasana ini, Malah kadang masih bertahan dg sisa-sisa kenangan masa lalu. Masih tak beranjak dr luka itu, yg semakin ia perdalam sendiri dengan dramatisir hati. Dasar cewek, aneh bin ajaib. Sampai dengan sore itu, ada sebuah sms masuk dari seorang sahabat lama, yg mau tak mau memaksanya untuk berpikir lagi. Lagi dan lagi
Mulai berbicara tentang kabar masing-masing. Kemudian sampai pada pertanyaan yang mungkin dulu mengusiknya, tapi sekarang dia jauh bisa berpikir tenang dan tak emosi jika ada orang lain yg masuk dan mau tau urusan sensitive dan pribadi ini.
A : iya aku tau gimana rasanya hatimu. Boleh saja kamu mengambil beberapa waktu untuk menenangkan diri, memulihkan emosi agar stabil dan netral . Boleh mikir tapi mau sampai kapan, jangan lama-lama. Ayo mulai jalani kehidupan baru untuk masa depan, untuk menggapai ridhoNya. Yakinlah Allah pasti memberikan yang terbaik
Kamu tak bisa bayangkan rasanya..jadi diriku yg masih cinta …
(Kotak-Masih Cinta)
B : Aku belum bisa lupa..belum
A : Ayo..semangat ukhti. Bismillah..jangn terkurung dalam luka itu terlalu lama, atau malah kamu suka tetap berada di situ terus? Atau jangan2 kamu sendiri yang tak punya niat untuk melupakannya ?
Sampai saat ini tak pernah terpikir melupakanmu
Di dalam hatiku ku tak pernah mau melupakanmu…
(Melupakanmu – Jiskustik)
A : Kalau kamu saja suka di kubangan itu dan tak mau bangun, ya sudah..brarti kamu menyakiti dirimu sendiri dan tak mau mengubah keadaan itu. Kamu pengecut, gak bisa menghadapi kenyataan, kamu masih suka bersembunyi di balik alasan gak bisa melupakan..itu dan itu.
Yang dinasehati tak bisa lagi menulisa sebaris kata jawab untuk sahabatnya. Mana..mana semangat yg dulu ada? Mana niatan dan ikhtiar untuk itu? Dulu begitu bersemangat dan yakin…skrg malah bertahan dg keadaan bayang-bayang yg tak mungkin.
Bangkit dan semangatlah ukhti..Jalan di depan menunggumu..menunggu apa yg bisa kau berikan pada masa depan.
Jangan mempertaruhkan hal yg tak mungkin untuk masa depan, Jangan jatuh terlalu lama..atau bertahan di sini terus. Bergeraklah ke depan untuk esok yg lebih baik, untuk kesempatan dan tanggungjawab yg harus kau ambil dan kau selesaikan semuanya.
Ingatlah satu hal tujuan awalmu..satu hal saja..meraih ridho Allah dengan itu kau bisa bangkit, berdiri, berjalan dan berlari… Bismillah..

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Ra’d : 11)
Pagi menjelang…mentari bersinar cerah menyapa 
Cahaya merahnya seakan memberikan semangat baru..
Tersenyumlah untuk pagi yang indah..
Semuanya bertasbih memuji nama Nya..
Terimakasih untuk pagi ini ya Rabb dan juga pagi2 yang lain..:D