Pergerakan


Bangkitlah negeriku

Harapan itu masih ada

Berjuanglah bangsaku

Jalan itu masih terbentang

Bismillah…

Ada banyak pihak yang berlomba-lomba menawarkan janji kepada rakyat. Kampanye terbuka hingga kegiatan-kegiatan sosial yang mengatasnamakan partai ramai di mana-mana. Tak tanggung-tanggung dana yang mereka keluarkan, bahkan salah satu partai baru yg mulai naik daun, dikarenakan promosi dan dana besar dari sang ketua partai. Lihat saja iklan nya di TV begitu gencar, Bahkan ketika partai lain sudah habis dananya di akhir masa putaran kampanye, partai tsb masih punya gudang uang sisa.

Janji2 ttg penurunan harga sembako, kesejahteraan petani dan rakyat kecil, pendidikan dan kesehatan gratis, keamanan dan ketertiban negara, pemerintahan yg bersih dari korupsi dll…diulang-ulang tiap hari.

Adalah hak bagi tiap orang, tiap warga negara untuk memilih apa yg diyakininya benar, yg menurut dia, menuju sebuah tahap yg lebih baik. Memang tidak ada yang perfect, setidaknya ada sebuah idealisme untuk menuju perubahan dan perbaikan.

Gunakanlah hak pilih Anda. Paling kesal saat ada orang yang pesimis dg parpol saat ini. Sehingga mereka memilih golput saja. Sadarkah mereka, satu suara itu adalah sumbangsih untuk bangsa. Kita adalah komponen pendukung maju atau tidaknya negara kita. Meski peran kita kecil, sekecil apapun itu, di bidang apapun, kita adalah khalifah di bumi ini. Bagaimana mungkin kita cuek dan tak peduli ?

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikuti bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagai mereka selain Dia. “ (QS. Ar Rad ayat 11)

Halah..sama aja, semua parpol sama, sama2 gila kekuasaan, klo sudah jadi pemenang ya sama saja. Mungkin itu adalah anggapan dr banyak orang di negeri kita tercinta. Anda salah..setidaknya anda punya sikap atau pilihan. Klo golput atau tidak menetapkan pilihan berarti Anda menghilangkan kesempatan Anda untuk ikut berperan serta memperbaiki negeri kita.

Jadi sudahkah anda menetapkan pilihan Anda ??

”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Q.S. Ali Imran (3) ayat 103]

(Ya Allah, persatukanlah hati kami, perbaikilah hubungan antara kami. Tunjukkanlah kepada kami jalan-jalan keselamatan. Jauhkanlah dari kami segala hal yang keji baik yang lahir maupun yang batin. Dan berkatilah kami dalam pendengaran dan penglihatan kami. terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang)

Ya Allah semoga pemimpin2 kami dalam lindunganMu, berada dlm jalan keistiqomahan. Berikanlah kemenangan untuk kami, bukan  kemenangan dalam arti sempit (perolehan suara terbanyak) tapi arti sebuah kemenangan adalah kemenangan tetap tegaknya dien Islam di Indonesia ..amin

Melihat Ibu Nursanita pertama kali adalah pada sebuah seminar yang di adakan oleh Riska, Sunda Kelapa di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta. Beliau mengisi pada salah satu sesi, lupa di bab apa, yg jelas isi materinya bagus, berbobot, cara penyampaiannya mengena dan asik.

Hingga akhirnya kami berusaha mencari contact person beliau, dan pas bngt beliau bisa ngisi di kajian muslimah di kantor kami. Yang dateng rame, mulai dari TAM, TSO, ADM bahkan dr AHM. Temanya cocok sekali dengan kapabilitas beliau, peran wanita di keluarga dan karir.

Terimakasih bu, udah jauh2 dari Senayan datang ke Sunter, muter2 nyarinya :) , sendirian lagi bwa mobilnya

Satu pesan waktu nganter beliau ke mobil, mbak..di sini masih banyak potensinya, banyak kader2 perempuan yg muda, sayang sekali kalau tidak dilanjutkan pembinaan lewat kajian2 yang lebih bagus.

Pesan yg dalam dan begitu berat bagi kami, yg ada di tahap pemula.

smoga sukses untuk tanggal 9 april bu, dukungan dan doa kami menyertai. Amin

Berikut profile beliau yg diambil dari salah satu berita di web nya PKS

ibu-nursanita-nasutionNursanita Nasution adalah anggota DPR RI Periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Pemilu 2009 Nursanita PKS masih memberikan kepercayaan kepadanya sebagai calon legislatif DPR RI periode 2009-2014. Meski ia menyandang marga Nasution, namun semasa kecilnya dipanggil dengan sebutan Butet. Nursanita sebenarnya lebih banyak melalui dan menghabiskan waktunya di Jakarta.

Di usia ke-47, Nursanita memiliki berbagai pengalaman di dunia akademik dengan menjadi dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) terhitung sejak tahun 1985. Ia juga pernah menjabat sebagai dosen di Program Ekstension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI).

Aktivitas Nursanita tak cukup sampai disitu. Mantan Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS ini juga pernah dipercaya sebagai Sekjen International Moslem Women Union (IMWU). Saat ini Nursanita menjabat sebagai anggota MPP PKS. Ibu dari 7 putra-putri ini menyandang gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sejak tahun 2006.

Menurutnya, penunjukannya sebagai caleg dari PKS adalah amanah dan tugas da’wah yang wajib disukseskan bagi setiap kader untuk memperbai kondisi masyarakat. Dan dengan menjadi anggota DPR RI kita mampu menjadikannya sebagai sarana memperbaiki perundangan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Ia mengungkapkan, dengan banyaknya kasus korupsi dan tindakan asusila oleh anggota parlemen di Senayan membuat wibawa anggota dewan terhormat jatuh harga dirinya. Karena itu, ia bertekad untuk mengembalikan wibawa DPR melalui PKS yang dikenal bermoral.

Nursanita di-calegkan oleh PKS bernomor urut 3 dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta 2. Dengan bertempat tinggalnya di Jakarta Selatan, memudahkan diri berkomunikasi langsung dengan konstituennya. Selama menjadi anggota DPR, Nursanita juga sering turba (turun ke bawah) mendengar jeritan masyarakat untuk mensinerjikan dan mengartikulasikan kepentingan konstituennya.

 Profile Lengkap :

Nama Lengkap & Gelar :  Nursanita Nasution, SE., ME.

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat & Tanggal Lahir : Medan, 08-Februari-1961

Agama : Islam

Status Pernikahan : Menikah

Nama Istri/Suami : Ir. Arlin Salim

Jumlah Anak : 7 (tujuh)  Orang

Alamat Kantor : Gd. Nusantara I Lt. 4 R. 0417 Jl. Gatot Subroto Gd. DPR/MPR RI Jakarta

 

Alamat Rumah :

1 Rumah Jabatan Anggota DPR RI Blok B – 4 No. 173 Kalibata Jakarta 12750

2 Jl . Keselamatan II No 6 Tebet, Jakarta Selatan

 Telpon,Fax Rumah : 8304705, 7988 932 (Fax) 8379 0059 (Hp) 0812 969924,

 Email: nursanitan@yahoo.com

 

 Website: www. nursanitanasution.multiply.com

http://nursanitanasution.blogspot.com/

 

 RIWAYAT PENDIDIKAN

 1 SDN 7 Duri Riau 1973

 2 SMP Santo Yosef Duri Riau 1976

 3 SMA Don Bosco Padang 1980

 4 S1 Fakultas Ekonomi UI 1985

 5 S2 Pasca Sarjana FE UI 1990

 6 S3 Pasca Sarjana UNJ, Program Doktoral, 1998

 

PENGALAMAN/JABATAN PADA ORGANISASI

1 Ketua Keputrian Masjid Arm UI 1983

2 Wakil Sekretaris BPM FE UI 1984

3 PB HMI 1984

4 Wakil sekretaris jendral KPPI 2002

5 Sekretaris jendral IMWU 2000

 

KEANGGOTAAN/JABATAN DI DPR

1 Komisi XI

2 Fraksi PKS

3 Badan Urusan Rumah Tangga

 

 

 

  Ibu Wirianingsih (Caleg DPR RI Dapil 3 Jakarta Utara)

Membaca profile beliau pertama kali di Tarbawi, seorang ibu yang memilik 11 orang anak yang memiliki segunung amanah, yaitu :

Ketua organisasi PP Salimah, forum silaturrahim sesama anggota Majelis ta’lim melalui ”Forum Silaturrahim Persaudaraan Muslimah” (FORSIL SALIMAH). Melihat krisis moral dan akhlaq msyarakat saat ini, maka diperlukan forum yang bisa menampung dan membina majelis taklim perempuan, agar akhlak perempuan dan anak-anak di dalam keluarga masing2 tetap terjaga.  http://www.salimah.or.id/

” Sebaik-baik sesuatu adalah perkataan yang lembut yang digali dari dari laut yang dalam, melalui lisan seseorang yang yang lemah lembut ” ( Yahya bin Mu’adz )

Aktif di LSM Asosiasi Selamatkan Anak Indonesia

Ketua PGTK Bina Insan Kamil

ibu-wirianingsihDan kalau beliau memberikan materi kajian Subhanalloh, sangat bagus, menarik, bersemangat, lembut tapi tegas.

Pernah denger waktu di acara Pekan Tarbiyah di daerah Blok M, waktu itu tentang dakwah dan peran muslimah di dalamnya

Kontribusi Menuju Kemenangan Dakwah.

Berawal dari menyamakan paradigma berfikir kita tentang Muslimah. politik Dakwah dan Dakwah Politik. Dalam persepsi Muslimah, Politik dan Dakwah

QS 3:104-110 yang berbicara tentang dakwah

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia karena kamu menyuruh untuk berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”

 QS 4: 124 berbicara tentang Dakwah merupakan suatu kebutuhan

“Dan barang siapa yang mengerjakan amal kebajikan baik laki-laki maupun perempuan mereka itu akan masuk kedalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun “.

Salah satu indikasi keberhasilan dari Dakwah adalah ketika suami istri bekerja dalam dakwah bagaikan seekor burung yang mengepakan sayapnya terbang menjulang tinggi. Artinya disini, seorang suami adalah sayap yang satu, sedangkan si istri sayap yang satunya lagi. Terbang selaras menepakan sayapnya. Ketika salah satu dari sayapnya patah maka tak mampu terbanglah burung itu.

Beliau pun menceritakan realitas perempuan Indonesia, dalam bidang pendidikan misalnya hanya 1,33% perempuan Indonesia yang mengenyam pendidikan S1 ke atas, 66,3% berpendidikan SD sampai SMA dan 33,3% tidak tamat SD….sungguh memilukan. Sementara dalam Muslimah Dakwah Politik beliau mengungkapkan hendaknya seorang muslimah belajar memiliki ketajaman instituisi dalam politik, melakukan pengayaan tsaqofah (wawasan), meningkatkan kemampuan membaca peta dakwah (membuat analisa SWOT), membuat perencanaan penyusunan strategi dan lain sebagainya.

 Seorang kader sejati adalah seorang yang memiliki kemampuan berdialog dengan yang lain sehingga yang diajak berdialog itu nyaman duduk bersamanya hatta itu seorang musuhnya sekalipun. Pesan beliau janganlah seorang muslimah keluar rumah (maksudnya beraktivitas dakwah diluar rumah) sebelum keadaan dirumah sudah termanage dengan baik, sebelum anak-anak mampu membaca al Qur’an dengan tangannya sendiri.

Subhanalloh dengan segudang aktivitas … dengan 11 orang anak…banyak orang bertanya bagaimana bisa seperti itu… dengan anak-anak yang sukses bahkan sebagian anaknya sudah hafal seluruh AlQur’an sebagiannya lagi masih beberapa juz. Sungguh kunci dari ini semua aku pikir adalah ruhiah yang tinggi, kedekatan dengan Alloh…, memanage waktu dengan baik…inilah yang aku pikir sebagai sebuah ma’rifatulloh yang sebenarnya.. yang menghasilkan individu yang cemerlang…Subhanalloh…

 wah..tak terasa aku duduk di sana dengan cueknya..nyasar, di antara mbak2 dan akhwat yang berjilbab rapi dan lebar. Akhwat bngt deh mereka. Serasa salah tempat dan nyasar..salah kostum dll…. Ya Allah memang hamba masih jauh dari mereka, sosok pejuang dakwah, muslimah yg kaffah, mujahidah islam, dan sebutan untuk ukhti-ukhti itu. Semoga bisa belajar dari mereka..sedikit, sedikit dan pelan…

Profile :

Dra. Wirianingsih Bc.Hk

TTL : Jakarta, 11 September 1962

Pekerjaan: Dosen, Mahasiswa Pasca Sarjana, Ibu Rumah Tangga

Organisasi: Ketua ASA Indonesia, Ketua Persaudaraan Muslimah (Salimah), Presidium BMOWI

Suami: Mutammimul Ula, SH

Putra/putri:

Afzalurrahman  A, Faris Jihadi H, Maryam Q,  Scientia Afifah  T,  AHmad  Rosikh  Ilmi,  Ismail Ghulam H,  Yusuf  Zaim H,   M S  Basyir,  Hadi Sabila Rosyad , Himmati Muyassarah, Hasna Khoirunnisaa (wafat)

sebagian sumber dr blog teman : teh tahmidah (multiply)