Perjalanan


“Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (ujian) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kami. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, diguncang (dengan berbagai cobaan). Sehingga Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (Qs. al-Baqarah: 214) 

Ya Allah Yg Maha Pemberi Nikmat..Yg Maha Pemurah…terimakasih dan rasa syukur atas smua yg telah Engkau berikan, atas nikmat dan karuniaMu kepada kami..

Ya Allah Yang Maha Pengampun..ampunilah dosa-dosa dan kesalahan yg telah kami lakukan ..kami begitu banyak dosa

Ya Allah Yang Maha Mendengar ..dengarkanlah permohonan kami, doa-doa kami yg kami serahkan hanya padaMu

Kami serahkan smuanya kepadaMu..karena Engkaulah yg memiliki jiwa dan raga kami…

Ath Thalaaq
2. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
3. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Engkau Yang Menganugerahkan kehidupan kepada kami, yg memberikan senang dan sedih, Yg juga akan mengambil kami kembali padaMu

Ya Allah, Yg Maha Melihat, yg tak pernah berhenti melihat hamba2Nya. hamba hanya seorang hamba Mu yg ada di sini atas kehendakMu..yg telah Kau gariskan semua catatan perjalananku selanjutnya. Ya Allah Yg Maha Pengasih dan Penyayang..senantiasa kami memohn perlindunganMu, rahmat dan petunjukMu..untuk menyinari dan membimbing langkah-langkah kami..

 Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.

Ya Allah…Ya Allah yg Maha di atas segala-galanya…tempat Kami meminta dan memohonkan smuanya..smuanya..begitu kami ingin slalu dekat dg pertolongan dan perlindunganMu..

Ya Allah…hilangkan dan hapuskan kecemasan dr segala persoalan..knapa? karena semuanya tak perlu dirisaukan, jika Engkau sudah berkehendak lain..jika Engkau sudah mengaturnya dengan sebaik-baiknya…Karuniakanlah rahmat, berkahMu kepada langkah2 dan rencana kami..yg insyaallah semuanya untuk mengabdi dan menghamba kepada Mu, Sang Pemilik Langit & Bumi.., Sang Pemilik Cinta tertinggi

Ya Rabb..dengarkan dan kabulkanlah permohonan kami..Amin

“Barangsiapa berdo’a (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia) maka Aku akan mengabulkan do’anya di waktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsiapa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa mohon kepada-Ku dengan rendah diri maka Aku merahmatinya dan barangsiapa mohon pengampunanKu maka Aku ampuni dosa-dosanya.” (Ar-Rabii’)

10-08-09 (teriring doa kami)

“Ya Allah, sesungguhnya aku minta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu, dan aku mohon kekuasaan-Mu dengan ke-Maha Kuasaan-Mu.
Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib.

Ya Allah apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku “di dunia atau di akhirat“- takdirkanlah untukku, mudahkan-lah jalannya, kemudian berilah berkah.

Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama,
perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka jauhkanlah persoalan tersebut dan jauhkan aku
daripadanya, takdirkan kebaikan untukku dimana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku “

amin ya robbal alamin…

            Aku dan Fifa adalah sahabat sejak kami kuliah dulu. Bagi kami berdua persahabatan kami begitu banyak memberikan kenangan dan ilmu yang bermanfaat. Setelah lulus aku diterima kerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Maka dengan berat hati, aku meninggalkan Surabaya, kota yang sudah mengajarkan kami banyak hal. Dan juga meninggalkan Fifa. Tapi bagaimanapun semua harus tetap berlanjut, karena aku sangat yakin bahwa Allah menyuruh kita bertebaran di muka bumi, di belahan manapun, agar umat manusia mencari rizkiNya. Dan kenapa harus di Jakarta?

 

            Ku tepis keraguan ini karena bagaimanapun kata Fifa kemarin, saat mengantarku di stasiun Pasar Turi, ”Kita harus berprasangka baik kepada Allah. Belum tentu Jakarta sesuai dengan bayangan kita selama ini,dan aku yakin Allah punya rencana yang terbaik untukmu.Yang penting kamu jangan lupa buat ngaji terus, dan banyak doa mohon petunjuk dari Allah.”

           

”Demi dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, tidak ada anugrah yang paling besar yang diberikan kepada seorang hamba selain baik sangka kepada Alah Azza wa jala. Demi dzat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada Allah melainkan Allah akan berbaik sangka kepadanya. Hal itu karena segala kebaikan ada ditanganNya.”

(Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anh)

 ”Terimakasih Fa, buat semuanya., smoga kita tetap bisa menjalin silaturahmi ini meski terpisah ruang dan waktu.” Dan dalam hatiku, aku merasa tak ada keraguan lagi, entah mengapa dalam doa-doaku setelah sholat, aku merasakan kemantapan hati buat langkah ku selanjutnya. Tak ada ketakutan dan begitu ringan melangkah. Aku hanya minta satu hal padaMu ya Allah, berikanlah yang terbaik untuk ku, untuk kehidupan dunia dan akhiratku nanti.

            Dan di sinilah, di sebuah kota metropolis, ya Welcome to Jakarta, yang tak kalah hebat menamparku perlahan dan pasti. Kota yang begitu aku datang ke sini, sudah menunjukkan gambaran aslinya. Saat aku datang pertama kali ke sini, dimana-mana tampak kemacetan dan kesibukan orang-orang beraktifitas. Kota yang tak kenal sepi, karena saat malam tiba-pun, lalu lintas di jalan ini tak kalah sepi dengan aktifitas di pagi dan siang hari.

 

Ya …itu adalah cuplikan cerpen di halaman pertama yang kususun untuk ibu tercinta. Untuk keperluan sertifikasi guru, harus mengumpulkan cerpen dan puisi-puisi. Yang gampang ditulis di halaman awal, namun di bagian akhirnya cukup sulit untuk membuat sebuah akhir kisah yang manis. Dan beliau baru halaman pertama saja sudah tak mau melanjutkan membaca, katanya gak tega, memang di tengah2 terkesan agak menyedihkan.  Padahal di akhir cukup manis dan mengharukan. Mungkin beliau sudah membayangkan kalau pelakunya adalah anaknya. Hehe, padahal hanya sebagian saja, dan di akhir cerita nya pun ditutup dengan senyum oleh pelakunya. Dan semoga saja di faktanya jg demikian. Amin

 

di indah dunia, yg berakhir sunyi

langkah kaki di dalam rencanaNya

smua berjalan dlm kehendakNya

nafas hidup, cinta dan segalanya

 

d-belakang-monasDan tepatnya april ini atau maret kemarin, 3 tahun sudah penuh cerita di Jakarta. Tak kan cukup ku tulis semuanya di sini. Karena begitu banyak hal yg bisa dibagi dan diceritakan. Sudah menjadi sunatullah kalau manusia kadang ada di atas, kadang di bawah. Kadang bahagia, kadang sedih. Kadang begitu mudah mengatasi ujian, namun kadang merasa lemah. Nikmat dan ujian datang silih berganti, karena semua ada gilirannya masing2.

 

dan tertatih menjalani sgala kehendakMu

ku berserah ku berpasrah, hanya padaMu

Pekerjaan, lingkungan dan teman2 di kantor, teman-teman di kos, orang2 siapapun yang ku temui dan memberikan begitu banyak cinta, perhatian, nasehat. Keluarga dan teman-teman yg meski jauh dr Jakarta, yg masih memberikan dukungan dan waktunya untuk berbagi. Semuanya adalah anugerah sebuah ukhuwah dan persaudaraan yg tak terganti oleh apapun.

 

Siapa yang memberikan semuanya tanpa kita minta? Siapa yg mengatur di baliknya? Siapa ? Sang sutradara di alam ini ..Allah. Yg selalu mengarahkan manusia ke hakekat penciptaan asal dan kembalinya nanti. Yg memberikan ujian agar kita lebih dekat dg Allah, agar kita bersabar, dan tak lupa padaNya

Yg memberikan banyak nikmat, karunia, rizqi dan tentu saja ilmu untuk membuka mata hati kita agar selalu mensyukuri semuanya, agar tak lupa diri.

 

bila mungkin ada luka, coba tersenyumlah

bila mungkin tawa, coba bersabarlah

karna airmata tak abadi

akan hilang dan berganti

 

Di akhirnya, semoga sampai waktunya nanti tiba, Allah tetap menganugerahkan hal yg terindah itu, Iman dan Islam. amin

 

 

bila mungkin hidup hampa dirasa

mungkinkah hati merindukan Dia

krn dgnNya hati tenang

damai jiwa dan raga

 

(Taqdir – Opick feat Melly)

  langitYa Allah, sesungguhnya kami pada Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan, kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkah, diterima tobat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati.  

 

Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu menjelang kematian (sakaratul maut) dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon ampunan ketika dihisab

“Masih di sini menunggumu..”

Menunggu di sini bisa diartikan menunggu seseorang, tapi cerita kali adalah menunggu bus :)

Senin dini hari, hujan mulai turun, mendekati jam berangkat, sekitar 5.50, hujan bukannya semakin reda, tetapi malah semakin deras. Hingga pukul 06.15 tak kunjung ada tanda2 akan reda, jadi terpaksa nekat berangkat dg membawa payung. Jalan dari depan kos ke jalan raya lumayan lah, anginnya kencang sehingga tuh payungnya mau terbang terus, alamat tas dan jaket udah basah, termasuk rok dan sendal sudah gak karuan bentuknya.

Kopaja 27 adalah rute pertama menuju BSD, anehnya si Kopaja tidak lwt jalan biasa, dan menurunkan penumpang di bawh tol dan di pinggir tepat kami turun, air sudah menggenang sedemikian rupa. Jadi ya berenang-renang dikit ;p. Ku sebrangi jalan yos sudarso di depan mall Artha Gading itu. Hujan kian lebat, 5 menit, 10 menit, 20 menit, tak ada bus 43 Jur Priuk- Cawang Uki yang lewat, kemana ya nih busnya?

Cuma ada bus2 lain tapi mereka tidak lewat cawang. Jalan raya di depanku awalnya tanpa air, tapi setelah 30 menit aku berdiri mematung di situ, air mulai dateng dan menggenang. ada mobil lwat, dan klo taksi atau bus lain, mereka hanya menyiram kaki dan rok bwah, tapi dasar sebuah mobil yang kencang bngt melaju ..hingga air genangan itu membasahi baju, wajah dan jilbab..hiks..dingin bercampur air kotor, percuma rapi2 berangkatnya, eh gak taunya udah kesiram air sungai nan coklat

Akhirnya datanglah tuh bus yg ditunggu, tapi ya ampun penuh bngt, dan aku cuma dpt tempat berdiri pas di depan pitu, jadi klo gak pegangan, pastilah jatuh ke jalan raya. Sabar…rasanya udah mau pulang aja, klo gak inget kita hrs bersikap tanggung jawab & amanah dg pekerjaan dan profesi kita, dimanapun

Sampai di tengah jalan, bus itu berhenti dan kami disuruh turun, why? ternyata si bus itu lagi demo, dia mau nyusul, untuk menolak penurunan tarif. akhirnya kami turun dan buyar mencari bus lain. Aku naik angkot apa aja sampai uki..nyeberang terowongan penjual buah dan nunggu bus Cikarang-BSD. Hujan belum reda, Sudah setngah jam menunggu..again ..gak ada2..katanya bus itu macet di daerah jati bening..

semakin dingin..rasanya mau naik bus lainnya saja, lwat bus ke arah Bogor, Sukabumi atau Garut..mau lari aja jalan2 sendiri. Tak lama bus merah itu datang, dan langsung diserbu puluhan penumpang. Sambil berlari-lari, akhirnya aku berhasil masuk ke bus agra itu, tapi again g dpt tempat duduk. gemetar dan puyeng..tapi sykurlah di arah terminal kampung rambutan ada ibu2 yang turun, dan aku bisa duduk di sana. Alhamdulillah..g jadi pingsan :)

syukurlah..meski macet panjang di cilandak selanjutnya..sudahlah . sudah pasrah :) ..

Bismillaahi tawakkaltualallah

Akhirnya sampai juga di kantor 09.30..