Bagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua, hilang dan pergi meninggalkan dirimu
Selesai salam diucapkan, seorang pengurus masjid meminta para jamaah untuk bersama-sama melakukan sholat jenazah salah satu saudara muslim di lingkungan kompleks perumahan tersebut. Inna lillaahi wa inna ilaihi rajiuun..
Ya Allah, Engkau telah memanggil nya.., hati kami di sana bergetar hebat. Bahkan tanpa kami sadari air mata kami mengalir, semakin lama semakin tak tertahan. Meski kami tak mengenal saudara yang meninggal tersebut, tapi bagaimana mungkin hati keras ini tak tersayat ? Sebeku es mungkin hati kami sebelumnya, tapi saat mendengar berita kematian..bongkahan kesombongan itu retak dan pecah juga…Kami membayangkan jika itu adalah orang tua kami, saudara2 tercinta kami, guru-guru kami atau bahkan saya sendiri…, saat membayangkan kalau kamilah yang akan disholatkan..Ya Rabb, bagaimana jika yang akan disholatkan itulah aku.

Jika sewaktu-waktu Allah memanggil, apakah yang telah saya siapkan dan perbuat? Belum..belum ada bekal apa-apa. Kami masih sering melalaikan perintahMU, kami orang-orang yang masih terikat pada kepentingan-kepentingan dunia yang semu dan sementara. Bahkan untuk beribadah wajibpun, kami masih menunda-nunda sholat wajib, kami masih sering mengabaikannya dengan alas an masih sibuk dengan pekerjaan. Bagaimana mungkin untuk hal yang wajib saja, kami masih kacau balau?
Lalu bagaimana dengan amalan-amalan kita? Apa peran kita sebagai khalifah di muka bumi ini ? Sudahkah harta dan rizqi yang menjadi hak orang yang membutuhkan sudah kita tunaikan? Sudahkah kita member perhatian pada saudara-saudara kita yang kekurangan? Sudahkah kita mengajak dan menebar kebaikan pada orang-orang di sekliling kita? Sudahkah kita telah menjadi salah satu orang yang berusaha menegakkan Islam? …Telahkah sampai di situ? Atau kami baru sampai di ujung awal, masih sibuk dengan diri kami sendiri..
Bagaimanakah saatnya, waktu terhenti tak kausadari
Masihkah ada jalan bagimu, untuk mengulang ke masa lalu
Para jamaah putra berdiri dan meletakkan jenazah di depan mereka. ..Sebelum dimulai, anggota keluarga yang mewakili keluarga yang meninggal menyampaikan permohonan maaf bila ada kesalahan yang telah dilakukan, juga bila ada hutang yang belum terbayar, maka bisa menghubungi keluarga.
Ya Rabb, Bagaimana jika orang-orang yang pernah tersakiti oleh lisan dan perbuatanku belum memaafkan? Bagaimana jika nanti karena begitu buruknya lisan kami..maka orang2 tak ada yang mau mendoakan kami..astaghfirullah..ampuni kesalahan yg diakibatkan lisan dan perilaku kami, yg kami sengaja atau tidak kami sengaja.
“Dunia di penuhi dg hiasan, semua dan segala yg ada akan kembali padaNya
Allaahu Akbar, sholat jenazah secara berjamaah dimulai. Luluhkah semua keangkuhan dan kesombongan hati. Takkan ada artinya semua perhiasan dunia. Wajah yang cantik takkan ada artinya. Istri, suami, anak-anak, ayah, ibu, dan saudara-saudara yang kita cintai akan kita tinggalkan. Uang, rumah dan kedudukan kita tak berarti apa-apa, Nothing…nothing…
Maka masih pantaskah kita sekarang mendongakkan kepala kesoombongan itu? Sujudlah..sujudlah, serahkan semua hati dan penghambaan kita padaNya..sang Pemilik hati, jiwa dan raga kita. Yang memiliki diri kita seutuhnya. Yang Memberi anggota tubuh yang lengkap pada kita, fungsi panca indra yang baik. Sehingga kita bisa melihat dan menyaksikan semua bukti kebesaranNya, mendengar dan membaca ayat2Nya, melangkah dan menyusuri bumi ke tempat-tempat yg ingin kita tuju. Yang memberikan kita nikmat Islam, iman dan kesehatan yang melebihi nikmat apapun di dunia. Yang Memiliki segala sifat kebaikan, seluruh kebaikan di atas langit dan bumi dg Asmaul HusnaNya. Yang Memiliki kita dan yang akan Mengambil kita kembali padaNya, kapanpun Allah mengiinginkannya..
Lalu, apakah yang telah kita lakukan dengan hari-hari kita, hingga detik saat kita masih diberi kesempatan menghirup nafas pemberianNya? Hingga detik berlalu, menit dan jam berganti, hari dan bulan berlalu, tahun berganti..sampai titik usia saat ini? Di titik usia seperempat abad ini, berikanlah kami hati dan jiwa yang bersih untuk bisa lebih baik dari kemarin, berikanlah petunjuk dengan cahaya di hati kami.. Ya Allah, jadikan yang terbaik dari usia kami adalah di akhir usia kami, hari di saat kami menghadap-Mu. Amin
Bila waktu tlah memanggil, teman sejati hanyalah amal
Bila waktu tlah terhenti, teman sejati tinggallah sepi….
(Lyric lagu : Opick – Bila Waktu tlah berakhir) yang penuh makna untuk ku
@t the end 2009, February after dhuhur time, Masjid Al Amanah- Sunter