
Sebuah kisah yg cukup mengharukan, meski cara penyajian kisahnya mundur ke kisah lampau, maju lagi ke masa depan dan begitu seterusnya hingga akhir cerita. Menceritakan perjuangan seorang wanita yang luar biasa, sungguh hebat menghadapi semua ujian dan cobaan yang diberikan Allah untuknya
Seorang kakak yang rela mengorbankan tenaga, pikiran dan waktunya untuk kebahagiaan dan masa depan adik2nya. Ya itulah Laisa, gadis dengan fisik yang serba biasa bahkan di bawah biasa. Dia anak tiri dari keluarga yg mengasuhnya. Ayah tirinya meninggal dunia dengan kondisi adik2nya masih sangat kecil. Meski bukan adik kandung, tapi dia berusaha sekuat dirinya untuk memberikan dan mengusahakan pendidikan yang terbaik untuk adik2nya
Lihat adik pertamanya, Dalimunte, mereka tinggal di sebuah lembah pedalaman, namun prestasi adiknya tak bisa diremehkan. Sejak masih sekolah di SD, ia mampu merancang rangkaian kincir air dari sungai cadas di lembah desa. Sehingga pengairan ke lahan2 di desa yang semula hanya mengandalkan pada turunnya hujan. Laisa berusaha agar adik2nya tetap bisa melanjutkan sekolah dan dengan sekolah yang terbaik. Hingga adiknya mencapai gelar professor di usia muda.
Adik selanjutnya Wibisana dan Ikanuri, juga berhasil lulus sampai Sarjana dan menjadi pengusaha yg sukses. Serta si cantik bungsu yang juga berhasil meraih gelar sarjananya. Sementara Laisa tak pernah memikirkan dirinya. Yg ada dlam pikirannya adalah bagaimana dia mengolah kebun straberry milik keuarganya, menanaminya, merawat dengan sepenuh hati agar biaya pendidikan adik2nya tercukupi
Bahkan rela mengorbankan masa mudanya di lahan dan juga perasaannya sebagai seorang wanita biasa yang menginginkan sebuah rumah tangga. Hingga adik2nya bahkan tak tega untuk melangkahinya…mendahuluinya menggenapkan separuh diennya
Laisan rela dan ikhlas. Bahwa jodoh adalah rahasiaNya dan tak bisa diatur2 kapan waktunya, semua ada jatah masing2. Dia sadar tak hendak menahan kebahagiaan adik2 dan kekasih hati mereka masing2.
Saat adik2nya telah menikah dan mempunyai buah hati, sang adik Dalimunte berusaha mencarikan jodoh untuk kakak tersayangnya. Dari semua calon yang ada, semua mundur saat dipertemukan dengan Laisa, ya lagi2 karena alasan fisik..:(
Suatu waktu, ada kakak kelas Dalimunte waktu penelitian S2 nya, temannya itu adalah seorang laki-laki yang menurut Dalimunte bagus dari segi pemahaman agamanya, akhlak dan takkan menilai orang hanya dari fisik semata. Dalimunte bercerita dengan panjang lebar, penuh semangat kepada kakak kelasnya tersebut tentang bagaimana kak Laisa dan segala kebaikan kakaknya. Sang kakak kelas begitu antusias dan menyambut baik niat perjodohan itu. Saat Dalimunte hendak memberi tau foto kak Laisa pada kakak kelasnya itu, sang kakak kelas menolak, tak perlulah..aku yakin dg rekomendasi darimu
Hingga saat ia datang hendak melamar laisa ke rumah, ia tertegun saat melihat bagaimana fisik calon istrinya, yg kata Dalimunte sangat istimewa. Dia mendadak melupakan niat itu, ya mungkin bisa dibilang langsung ilfeel kali ya..
Dia meminta maaf pada Dalimunte sekeluarga..dan langsung pamit saat itu juga…(ternyata dugaan Dali salah, ia tak menduga klo fisik msh sangat berperan penting). Mungkin sudah fitrah nya, klo laki2 menyukai dan menginginkan istri yang cantik, lembut, anggun dan sholeha.. (perfect bngt). Hmm…ya hak mereka juga sih..
Pedihnya hati Laisa tak sampai di situ….bahkan hingga ia menemukan seseorang yang benar2 mencintai dia apa adanya, dan menerima segala kelebihan dan kekurangannya, karena tak kan ada yg sempurna. Laki2 yang begitu bijak ..saat tinggal selangkah lagi menuju khitbah..saat itulah Allah berkehendak lain..kehendak yg tak seorangpun bisa menghentikannya..
Kehendak Allah yang Maha Memiliki segala sesuatu ..Yg Memiliki langit dan bumi beserta segala isinya….
“Maa yaftahillaahu linnaasi mir rohmatin, falaa mumsika lahaa;
Jika Allah sudah berkenan memberikan rahmat kepada seseorang, berkenan memberi perubahan nasib, berkenan memberi keberuntungan, berkenan memberi jalan untuk seseorang menjadi kaya dan bahagia, maka tidak ada seorangpun yang mampu menahannya.
Wa maa yumsik, falaa mursila lahuu mim ba’dih; Tapi bila Allah sudah berkenan juga untuk menahan rahmat buat seseorang dan berbuat sebaliknya, maka tidak ada satupun yang sanggup menghalangi-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana”.
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Faathir: 2).
Laisa..calon bidadari surga yang tetap menjaga izzahnya ..yg tetap terhormat sebagai seorang muslimah..bagaimana dengan akhir kisah nya? silakan baca sendiri..:)
meski tak sebagus Hafalan Shalat Delisa..namun ratingnya cukuplah untuk buku ini