Ringan


“Mereka (istri istri kamu) adalah pakaian untuk kamu dan kamu pun (wahai para suami) adalah pakaian buat mereka (QS 2 : 187)

Sebuah petikan khutbah Nabi Muhammad SAW saat pernikahan Ali bin Abi Thalib & Fathimah :

“Segala puji bagi Allah yang dipuji dengan segala nikmat-Nya,
yang disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya,
yang ditakuti azab dan kekuasaan-Nya, yang perkara-Nya meliputi langit dan
bumi-Nya, yang menciptakan makhluk dengan takdir-Nya,
yang mengistimewakan makhluk-Nya dengan hukum-Nya,
yang  memuliakan mereka dengan agama-Nya,
yang menjadikan mereka mulia dengan Nabi-Nya
Muhammad saw.

Sesungguhnya Allah nama-Nya Maha Mulia, Maha Tinggi dan Maha Agung.
Ia telah menjadikan mushaharah (hubungan keluarga karena pernikahan) sebagai sebab penerus generasi manusia, perkara yang menjadi sebab penyambung keluarga dan penerus generasi manusia.

Allah yang Maha mulia firman-Nya menyatakan:
“Dialah yang menciptakan manusia dari air kemudian menjadikan manusia mempunyai ket100-0207urunan dan mushaharah, dan Tuhanmu Maha Kuasa.” (Al-Furqan: 54).

Perkara Allah swt berlaku dalam ketetapan-Nya, ketetapan-Nya berlaku dalam takdir- Nya, setiap ketetapan mempunyai takdir, setiap takdir mempunyai ajal, dan setiap ajal mempunyai kitab, “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan (apa yang dikehendaki), di sisi-Nya ada Ummul Kitab.” (Ar-Ra’d: 39).

Ya Allah himpunlah apa yang masih terserak dalam jiwa keduanya ……
Satukanlah apa yang masih bertebaran
Sinarilah dengan cahaya wajahMu…yang menyinari langit dan bumi..
Yang menyinari hati dan pikiran keduanya
Berkahilah jejak dan langkah keduanya dengan keberkahan-Mu yang melimpah di dunia akhirat agar mereka selalu bergandengan tangan dalam pengabdian kepadaMu

100-0218Ya Allah..Wahai Tuhan yang Maha Kuasa membolak balikkan hati manusia..

mantapkan hati keduanya dalam menjalankan agamaMu dan mantapkan serta tumbuh kembangkan cinta keduanya dalam ketaatan kepadaMu

 Doa untuk teman dan sahabat2 ku yg jauh di sana…selamat yg telah menyempurnakan setengah dien nya dan yg sedang menghitung hari untuk menggenapkan separuh dien juga

 Tofa & Sulis di Balikpapan…(teman SMP, SMA)
Rini & suami  di Jakarta..(Teman SMP, SMA, kuliah di ITS jg..)
Retna & suami..di Magetan (teman SD, SMP, SMA)
Linda & suami di Situbondo (adik kos di ITS..)
Prevan & istri di Sidoarjo…

..”Oh iya..lupa dimana ya? Koq bisa lupa …”

Bulan-bulan ini, sifat burukku mulai kambuh lagi, ya pelupa. Lupa nya gak tanggung2. Entah karena pikiran kemarin fokus dan terpusat ke pekerjaan dan project, gimana biar cepat live dan juga beberapa masalah menyita pikiran. Sifat lupa itu berturut-turut dan merugikan banget. Coba di list, agar lain kali tidak terulang :

·         Kehilangan ATM Permata Syariah. Terakhir kali ngambil uang adalah minggu sebelumnya saat mau berangkat ke BSD. Minggu setelah itu saat mau mengambil uang di Sunter, kyaa…kemana tuh ATM, padahal sedang kehabisan uang cash. Untungnya masih ada sisa-sisa uang di tas ransel lap top. Bener2 gak ingat naruhnya dimana, udah di obrak-abrik kos Sunter & BSD, tapi tetap aja tak ada tanda-tanda dimana nyangkutnya

·         Kartu NPWP. Terakhir ngelihatnya adalah waktu fotocopy di kantor BSD, eh pas giliran mau bikin SPT dan butuh input nomor NPWP yg tertera di kartu, si kartu tak muncul alias pergi kemana. Untungnya waktu itu pernah nyatet nomornya di file. Kalau nggak bisa pusing ngurusnya mesti pas pulang kampong

·         Lupa ngecek persediaan beras. Jadi pedhe aja pulang kerja langsung mau masak nasi buat makan malam, udah masak sayur dan sedikit lauk, tapi giliran mau nyuci beras..ah, berasnya kan kemarin terakhir, jadi hari ini habis. Wa…gimana ya..parah. Untungnya mbak ning masih ada nasi putih, jadi boleh minta J

·         Biasanya habis tgl 27, setelah gajian, langsung ambil uang untuk bayar kos. Tapi kemarin entahlah karena ada closing dll, jadi gak ingat. Belum lagi minggu ini ngantornya selang-seling, ke Pluit, Sunter, BSD, Sunter, BSD dst, baru nyadar kemarin sudah tanggal 3, kayaknya masih punya utang apa. Mana gak di ingetin buat bayar..hehe

·         Waktu perjalanan pulang dr nikahnya Ren di Jogja, gamis putihnya kehujanan dan langsung ku taruh tas kresek waktu balik ke Jakarta. Gak nyadar pas sampe di Jakarta, kreseknya ku taruh begitu saja, dan baru sempat ngecek beberapa hari kemudian, kya..gamisnya kan lumayan basah..jadi nya “jamuren”. Eman bngt padahal warnanya putih..akhirnya hrs di rendam lama biar ilang jamurnya..hiks..

 

.: semoga gak lupa2 lagi…J

Bunga tak bisa menjadi tanda, setangkai bahkan satu ikat buket bunga tak bisa

Untaian kata puisi indah dan menyanjung melayang tak juga bisa

Bukan..bukan itu hal yg romantis yg pernah ada dan terlihat

Tadi siang ada kejadian waktu sholat ashar, biasa sambil nunggu wudhu karena kita mesti gantian wudhu di toilet cowok, ini susahnya tempat wudhunya yg ada kran itu di toilet cowok

ada seorang temen cewek, sebut saja mbak WRA, nih mbak sering dijodoh2in dg mas MNC, entahlah sejak dari jaman awal kita di AI sampai sekarang, gak berhenti di jodoh2in, tapi ya tidak ada reaksi apa2 dr pihak MNC. Gak mungkin juga klo dia gak nyadar, padahal kita2 sudah bosen sendiri nih kisah gak ada ujung atau tanda2 akhirnya bagaimana.

 Dari rombongan yang lagi support di Pluit ada WRA, DRE, DUT, ISR dan MNC. Jadi ya cuma MNC satu2nya cowok. Otomatis dia yg kita minta jadi imam sholat jamaah. Kemarin WRA bilang, aku gak mau di imami mas MNC. Makanya pas siang tadi MNC menyindir WRA, kamu gak mau kan jd makmumnya? ;p

Kemarinnya lagi saat mau sholat magrib, WRA dapat posisi tepat di belakang MNC, dan tiba2 WRA berkata, aku koq di belakang MNC, gak mau…

Itu hanya salah satu kejadian dari berbagai hal lucu mereka yg cukup berlebihan:)

Kami yg lain hanya berpandangan…dan senyum. DUT dan ISR tertawa, kalau menurut mereka berdua, justru hal paling romantis adalah sholat berjamaah antara suami dan istrinya, terus setelah salam sang istri yg mencium tangan suami tercintanya. Halah ada2 saja ..kebanyakan nonton film nih..

Hal terindah ada dalam ikatan yg syari, yg di dalamnya ada cinta, kasih sayang yang tulus, ada ketenangan hati, ketentraman dan kesejukan jiwa, sebuah pengabdian, ada saling memberi dan menerima.., saling mengingatkan, menasehati dan mendukung..bersama2 meraih ridhoNya..

.: ditulis smbil nunggu closing, at bngkel Pluit, 31-03-09