“Mudahkah bagimu untuk hapuskan semua kenangan bersama dg ku”                  

 Kalau tulisan sebelumnya adalah tentang sifat buruk lupa, yg ini masalah lupa yg lainnya. Kalau masalah lupa ini adalah lupa yg disengaja dilakukan. Tapi entah kenapa waktu dan keadaan seolah tak mendukung proses melupakan itu. Bahkan Kesibukan pekerjaan tak juga mampu mempercepat proses itu. Pengalihan pikiran pun masih kadang bisa, kadang gagal.

           Berikut adalah sebuah goresan rasa pengalaman dr seorang teman :

Hari, bulan berganti. Waktu tak mau bersahabat dan mendukungkah?

Ada yang hilang dari perasaanku..yg terlanjur sudah kuberikan padamu “

(Ada yg Hilang-Ipank)

            Entah sebenarnya aku yang belum siap atau aku yg masih menikmati keadaan dan suasana ini, Malah kadang masih bertahan dg sisa-sisa kenangan masa lalu. Masih tak beranjak dr luka itu, yg semakin ia perdalam sendiri dengan dramatisir hati. Dasar cewek, aneh bin ajaib. Sampai dengan sore itu, ada sebuah sms masuk dari seorang sahabat lama, yg mau tak mau memaksanya untuk berpikir lagi. Lagi dan lagi

Mulai berbicara tentang kabar masing-masing. Kemudian sampai pada pertanyaan yang mungkin dulu mengusiknya, tapi sekarang dia jauh bisa berpikir tenang dan tak emosi jika ada orang lain yg masuk dan mau tau urusan sensitive dan pribadi ini.

A :  iya aku tau gimana rasanya hatimu. Boleh saja kamu mengambil beberapa waktu untuk menenangkan diri, memulihkan emosi agar stabil dan netral . Boleh mikir tapi mau sampai kapan, jangan lama-lama.  Ayo mulai jalani kehidupan baru untuk masa depan, untuk menggapai ridhoNya. Yakinlah Allah pasti memberikan yang terbaik

            Kamu tak bisa bayangkan rasanya..jadi diriku yg masih cinta …

(Kotak-Masih Cinta)

B :  Aku belum bisa lupa..belum

A : Ayo..semangat ukhti. Bismillah..jangn terkurung dalam luka itu terlalu lama, atau malah kamu suka tetap berada di situ terus? Atau jangan2 kamu sendiri yang tak punya niat untuk melupakannya ?

Sampai saat ini tak pernah terpikir melupakanmu

Di dalam hatiku ku tak pernah mau melupakanmu…

 (Melupakanmu – Jiskustik)

A : Kalau kamu saja suka di kubangan itu dan tak mau bangun, ya sudah..brarti kamu menyakiti dirimu sendiri dan tak mau mengubah keadaan itu. Kamu pengecut, gak bisa menghadapi kenyataan, kamu masih suka bersembunyi di balik alasan gak bisa melupakan..itu dan itu.

Yang dinasehati tak bisa lagi menulisa sebaris kata jawab untuk sahabatnya. Mana..mana semangat yg dulu ada? Mana niatan dan ikhtiar untuk itu? Dulu begitu bersemangat dan yakin…skrg malah bertahan dg keadaan bayang-bayang yg tak mungkin.

Bangkit dan semangatlah ukhti..Jalan di depan menunggumu..menunggu apa yg bisa kau berikan pada masa depan.

Jangan mempertaruhkan hal yg tak mungkin untuk masa depan, Jangan jatuh terlalu lama..atau bertahan di sini terus. Bergeraklah ke depan untuk esok yg lebih baik, untuk kesempatan dan tanggungjawab yg harus kau ambil dan kau selesaikan semuanya.

Ingatlah satu hal tujuan awalmu..satu hal saja..meraih ridho Allah dengan itu kau bisa bangkit, berdiri, berjalan dan berlari… Bismillah..

bromo-hbs-subuh

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Ra’d : 11)

  

 

 

Pagi menjelang…mentari bersinar cerah menyapa                          bromo-1

Cahaya merahnya seakan memberikan semangat baru..

Tersenyumlah untuk pagi yang indah..

Semuanya bertasbih memuji nama Nya..

Terimakasih untuk pagi ini ya Rabb dan juga pagi2 yang lain..:D

 

..”Oh iya..lupa dimana ya? Koq bisa lupa …”

Bulan-bulan ini, sifat burukku mulai kambuh lagi, ya pelupa. Lupa nya gak tanggung2. Entah karena pikiran kemarin fokus dan terpusat ke pekerjaan dan project, gimana biar cepat live dan juga beberapa masalah menyita pikiran. Sifat lupa itu berturut-turut dan merugikan banget. Coba di list, agar lain kali tidak terulang :

·         Kehilangan ATM Permata Syariah. Terakhir kali ngambil uang adalah minggu sebelumnya saat mau berangkat ke BSD. Minggu setelah itu saat mau mengambil uang di Sunter, kyaa…kemana tuh ATM, padahal sedang kehabisan uang cash. Untungnya masih ada sisa-sisa uang di tas ransel lap top. Bener2 gak ingat naruhnya dimana, udah di obrak-abrik kos Sunter & BSD, tapi tetap aja tak ada tanda-tanda dimana nyangkutnya

·         Kartu NPWP. Terakhir ngelihatnya adalah waktu fotocopy di kantor BSD, eh pas giliran mau bikin SPT dan butuh input nomor NPWP yg tertera di kartu, si kartu tak muncul alias pergi kemana. Untungnya waktu itu pernah nyatet nomornya di file. Kalau nggak bisa pusing ngurusnya mesti pas pulang kampong

·         Lupa ngecek persediaan beras. Jadi pedhe aja pulang kerja langsung mau masak nasi buat makan malam, udah masak sayur dan sedikit lauk, tapi giliran mau nyuci beras..ah, berasnya kan kemarin terakhir, jadi hari ini habis. Wa…gimana ya..parah. Untungnya mbak ning masih ada nasi putih, jadi boleh minta J

·         Biasanya habis tgl 27, setelah gajian, langsung ambil uang untuk bayar kos. Tapi kemarin entahlah karena ada closing dll, jadi gak ingat. Belum lagi minggu ini ngantornya selang-seling, ke Pluit, Sunter, BSD, Sunter, BSD dst, baru nyadar kemarin sudah tanggal 3, kayaknya masih punya utang apa. Mana gak di ingetin buat bayar..hehe

·         Waktu perjalanan pulang dr nikahnya Ren di Jogja, gamis putihnya kehujanan dan langsung ku taruh tas kresek waktu balik ke Jakarta. Gak nyadar pas sampe di Jakarta, kreseknya ku taruh begitu saja, dan baru sempat ngecek beberapa hari kemudian, kya..gamisnya kan lumayan basah..jadi nya “jamuren”. Eman bngt padahal warnanya putih..akhirnya hrs di rendam lama biar ilang jamurnya..hiks..

 

.: semoga gak lupa2 lagi…J

 “Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.” (Shahih At-Tirmidzi 1/316)

cium1

.:Take picturenya adalah pernikahan reni kemarin. Sebuah perjanjian berat dan suci, yg tak hanya pengantinnya yg terharu bahagia, bahkan kami yg hadir di sana ikut merasakan luapan rasa haru itu..bergetar. Rasa bahagia memancar dari wajah nya..dan senyum yang begitu indah.. 

cantik1

Saat dua hati berjanji
Tuk arungi hidup di jalan-Nya
Allah kan berkahi mereka..
Kala dalam doa, kala dalam asa

Menjadilah mentari benih padi
Terangi bumi, terangi hati
Menjadilah keheningan malam
Kala berjuta insan larut dalam doa

Semoga selanjutnya..hari-hari bahagia dan indah menyertai langkah2 Reni dan suami …semoga menjadi keluarga yg sakinah mawaddah warohmah, semoga kelak lahir anak-anak yg soleh dan soleha, yg bisa menjadi kebanggaan kedua orang tua, keluarga, agama dan masyarakat.

Semoga…menjadi pasangan dunia akhirat yg selalu di berikan kasih sayang, diberikan rahmat dan petunjuk oleh Allah. Amin

Selamat datang kawan di duniamu yang baru..
Ku doakan, semoga bahagia..
Selamat datang kawan di duniamu yang baru..
Ku doakan, semoga bahagia..

            (Ketika dua hati menyatu by Seismic)   

     smile3

Hujan deras mengguyur di acara Reni. Seakan menjadi saksi :) . Syukur alhamdulillah acara berjalan lancar tak ada kendala. Ada perasaan kami yg bercampur baur, tapi alhamdulillah semuanya bermuara ke rasa syukur tak terkira pada pemberianMu, pada tiap detik kesempatan, nikmat yg hadir dalam hari-hari kami.

Syukur melihat dan merasakan kebahagiaan saudara kami.., dan jujur di hati terdalam kami, ada sebersit perasaan hati yang tertahan. Sebuah pertanyaan, akhirnya Reni bisa bersatu dg orang yg benar2 diinginkan dari hati terdalamnya, akankah kami nanti juga? Tapi alhamdulillah kami juga sangat yakin klo Engkau yg Maha Mengetahui apa yg terbaik untuk kami. Entah apa itu di depan nanti..yg jelas..kami bersyukur atas apapun yg pernah terjadi..Kami tak tau, belum tentu apa yg menurut kami sangat baik dan sangat kami inginkan, adalah juga yg terbaik menurut Allah. Berikanlah kami petunjuk dan bimbinganMu untuk terus memahami apa2 yg terjadi dan kami rasakan, agar kami bisa selalu berterima kasih atas kesempatan dan kejadian yg semoga semakin mendekatkan kami padaMu, yg bisa menjadikan cinta dan ketaatan kami bertambah kepadaMu..

Di antara hujan rintik siang itu setelah mengantar Vita menyusuri jalan Parangtritis, aku dan ika melalui jalan desa yg di sebelahnya menghampar sawah hijau dan gunung2. Belum lama kami mengagumi nikmat ciptaanMu..kemudian rintik itu menjadi semakin deras..dan dingin..Tak kami hiraukan hujan itu, sayang nya saat ku berusaha mempercepat motor ika, terhalang penglihatan oleh air hujan. Dlm hati ku, entah hati ika bagaimana..

Allah ternyata begitu sayang pada hambaNya. Dia tak kan pernah salah memberikan sesuatu. Dia tak kan memberikan cobaan di luar kemampuan seseorang. Dia tak kan meninggalkan hambanya sendirian. Allah yg Maha Penyayang..yg memberikan kita berbagai keadaan agar kita belajar lebih baik untuk lebih mengenal Nya

Jogjakarta, 22-03-09…di antara langit2 biru di hatiku

 

Bunga tak bisa menjadi tanda, setangkai bahkan satu ikat buket bunga tak bisa

Untaian kata puisi indah dan menyanjung melayang tak juga bisa

Bukan..bukan itu hal yg romantis yg pernah ada dan terlihat

Tadi siang ada kejadian waktu sholat ashar, biasa sambil nunggu wudhu karena kita mesti gantian wudhu di toilet cowok, ini susahnya tempat wudhunya yg ada kran itu di toilet cowok

ada seorang temen cewek, sebut saja mbak WRA, nih mbak sering dijodoh2in dg mas MNC, entahlah sejak dari jaman awal kita di AI sampai sekarang, gak berhenti di jodoh2in, tapi ya tidak ada reaksi apa2 dr pihak MNC. Gak mungkin juga klo dia gak nyadar, padahal kita2 sudah bosen sendiri nih kisah gak ada ujung atau tanda2 akhirnya bagaimana.

 Dari rombongan yang lagi support di Pluit ada WRA, DRE, DUT, ISR dan MNC. Jadi ya cuma MNC satu2nya cowok. Otomatis dia yg kita minta jadi imam sholat jamaah. Kemarin WRA bilang, aku gak mau di imami mas MNC. Makanya pas siang tadi MNC menyindir WRA, kamu gak mau kan jd makmumnya? ;p

Kemarinnya lagi saat mau sholat magrib, WRA dapat posisi tepat di belakang MNC, dan tiba2 WRA berkata, aku koq di belakang MNC, gak mau…

Itu hanya salah satu kejadian dari berbagai hal lucu mereka yg cukup berlebihan:)

Kami yg lain hanya berpandangan…dan senyum. DUT dan ISR tertawa, kalau menurut mereka berdua, justru hal paling romantis adalah sholat berjamaah antara suami dan istrinya, terus setelah salam sang istri yg mencium tangan suami tercintanya. Halah ada2 saja ..kebanyakan nonton film nih..

Hal terindah ada dalam ikatan yg syari, yg di dalamnya ada cinta, kasih sayang yang tulus, ada ketenangan hati, ketentraman dan kesejukan jiwa, sebuah pengabdian, ada saling memberi dan menerima.., saling mengingatkan, menasehati dan mendukung..bersama2 meraih ridhoNya..

.: ditulis smbil nunggu closing, at bngkel Pluit, 31-03-09

 

Rabu pagi kami mengajukan permohonan cuti ke koord project, untuk cuti hari Senin, 30 Maret sebagai pengganti karena kami harus masuk Sabtu ini, 28 Maret. Subjek emailnya melas bngt : Bolehkah ?…

Dengan sedikit harapan, aku masih berkeyakinan diijinkan sehingga bisa ikut kampanye hari Senin. hehe..Tapi agak2 gak yakin juga karena mendekati closing akhir bulan di bengkel

Rabu mendekati sore ada balasan email yg memberitahukan klo kami diijinkan cuti hari Senin. Hmm..Alhamdulillah..seneng bngt..udah merencanakan beli bendera dan bawa tongkat dulu dari rumah. na  na akhirnya bisa ikutan ..

Menjelang sore jam set5, dipanggil PM project dan dikasih tau klo hari Senin hrs tetap masuk di bengkel, terus sampai tgl 5-an. Hmm..sedih bngt, tak mungkin mengemukakan alasan. sekali gak boleh ya tetap gak boleh..padahal klo dipikir2 di cabang juga gak banyak problem, nih buktinya bisa sambil nulis blog, bisa upload foto di fb.

mana pihak yg berkepentingan mengerjakan problem2 itu hr ini pada gak masuk alias cuti semua. Trs bos2 pada bnyk yg cuti semua. Koq mereka yg hrs ngerjain bug2 itu malah boleh cuti dan padahal di email di tulis “URGENT CRITICAL PROBLEM unt CLOSING”..

Sudah dihubungi oleh PM mereka agar masuk..namun ada aja tuh, hp gak aktif trus ada yg aktif tapi gak dibales ..

ya mending gak usah berharap dulu, akhirnya tetap aja gak jadi..akhirnya balik lagi kunci dan dasar dari semua hal dlm hidup kita ..apapun itu adalah bersabar..:)

cuma bisa lihat beritanya di TV dan gak bisa terlibat langsung di sana…(cuma pasif aja)…

cuma ikut mendoakan dr jauh…semoga sukses dan lancar kampanyenya..amin

sedihku hilang dg senyumnya
lelahku tak hendak kurasa karenanya
bahagiaku karena ada bahagianya

tak layak keluhan terucap dariku
tak kan sanggup melihatnya terluka
tak sanggup melihat bulir-bulir air mata itu jatuh
tak mampu mendengar tangis tertahan darinya…
bahkan seakan aku tak kuat berdiri
goyah dlm ketegaranku

maka…
tak boleh aku berhenti di sini
tak boleh kalah dg rasa sedih
dg perih yang tertahan
masih ada sebuah harapan

harapan itu ada di sana
harapan itu lewat doa-doa
lewat sujud panjang memohon kepadaNya

doa yang takkan pernah berhenti
selama aku masih diberikan kesempatan hidup
jagalah ia dengan sebaik-baiknya penjagaanMU
sayangilah dg penuh kasih sayang
berikanlah pancaran cahayaMu di hatinya
berikanlah sisa usia yang penuh berkah..
 sayangilah ia seperti ia menyayangiku di waktu kecilku hingga sekarang
 ku ganti dg :
         sayangilah ia, jauh berlipat kali dari ia menyayangiku

untaian permata cinta nya tak kan pernah mampu terbalas oleh apapun
kasih sayang yang tulus, pengorbanan yg takkan tergantikan
tak terbayar oleh apapun
kalau ada berjuta ungkapan cinta…takkan cukup kata itu terangkai untuknya

>: March, 17 09

puisi yg biasa saja untuk ibu yg begitu luar biasa di hari Miladnya yg ke 47

(seiring dg pelajaran berharga yg smoga menyadarkan kami)

semoga suatu hari nanti..aku bisa membuatnya tersenyum..

 

            Bagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara

Bagaimanakah bila semua, hilang dan pergi meninggalkan dirimu

Selesai salam diucapkan, seorang pengurus masjid meminta para jamaah untuk bersama-sama melakukan sholat jenazah salah satu saudara muslim di lingkungan kompleks perumahan tersebut. Inna lillaahi wa inna ilaihi rajiuun..

Ya Allah, Engkau telah memanggil nya.., hati kami di sana bergetar hebat. Bahkan tanpa kami sadari air mata kami mengalir, semakin lama semakin tak tertahan.  Meski kami tak mengenal  saudara yang meninggal tersebut, tapi bagaimana mungkin hati keras ini tak tersayat ? Sebeku es mungkin hati kami sebelumnya, tapi saat mendengar berita kematian..bongkahan kesombongan itu retak dan pecah juga…Kami membayangkan jika itu adalah orang tua kami, saudara2 tercinta kami, guru-guru kami atau bahkan saya sendiri…, saat membayangkan kalau kamilah yang akan disholatkan..Ya Rabb, bagaimana jika yang akan disholatkan itulah aku.

masjid

Jika sewaktu-waktu Allah memanggil, apakah yang telah saya siapkan dan perbuat? Belum..belum ada bekal apa-apa. Kami masih sering melalaikan perintahMU, kami orang-orang yang masih terikat pada kepentingan-kepentingan dunia yang semu dan sementara. Bahkan untuk beribadah wajibpun, kami masih menunda-nunda sholat wajib, kami masih sering mengabaikannya dengan alas an masih sibuk dengan pekerjaan. Bagaimana mungkin untuk hal yang wajib saja, kami masih kacau balau?

Lalu bagaimana dengan amalan-amalan kita? Apa peran kita sebagai khalifah di muka bumi ini ? Sudahkah harta dan rizqi yang menjadi hak orang yang membutuhkan sudah kita tunaikan? Sudahkah kita member perhatian pada saudara-saudara kita yang kekurangan? Sudahkah kita mengajak dan menebar kebaikan pada orang-orang di sekliling kita? Sudahkah kita telah menjadi salah satu orang yang berusaha menegakkan Islam? …Telahkah sampai di situ? Atau kami baru sampai di ujung awal, masih sibuk dengan diri kami sendiri..

Bagaimanakah saatnya, waktu terhenti tak kausadari

Masihkah ada jalan bagimu, untuk mengulang ke masa lalu

Para jamaah putra berdiri dan meletakkan jenazah di depan mereka. ..Sebelum dimulai, anggota keluarga yang mewakili keluarga yang meninggal menyampaikan permohonan maaf bila ada kesalahan yang telah dilakukan, juga bila ada hutang yang belum terbayar, maka bisa menghubungi keluarga.

Ya Rabb, Bagaimana jika orang-orang yang pernah tersakiti oleh lisan dan perbuatanku belum memaafkan? Bagaimana jika nanti karena begitu buruknya lisan kami..maka orang2 tak ada yang mau mendoakan kami..astaghfirullah..ampuni kesalahan yg diakibatkan lisan dan perilaku kami, yg kami sengaja atau tidak kami sengaja.

 “Dunia di penuhi dg hiasan, semua dan segala yg ada akan kembali padaNya

Allaahu Akbar, sholat jenazah secara berjamaah dimulai. Luluhkah semua keangkuhan dan kesombongan hati. Takkan ada artinya semua perhiasan dunia. Wajah yang cantik takkan ada artinya. Istri, suami, anak-anak, ayah, ibu, dan saudara-saudara yang kita cintai akan kita tinggalkan. Uang, rumah dan kedudukan kita tak berarti apa-apa, Nothing…nothing…

Maka masih pantaskah kita sekarang mendongakkan kepala kesoombongan itu? Sujudlah..sujudlah, serahkan semua hati dan penghambaan kita padaNya..sang Pemilik hati, jiwa dan raga kita. Yang memiliki diri kita seutuhnya. Yang Memberi anggota tubuh yang lengkap pada kita, fungsi panca indra yang baik. Sehingga kita bisa melihat dan menyaksikan semua bukti kebesaranNya, mendengar dan membaca ayat2Nya, melangkah dan menyusuri bumi ke tempat-tempat yg ingin kita tuju. Yang memberikan kita nikmat Islam, iman dan kesehatan yang melebihi nikmat apapun di dunia. Yang Memiliki segala sifat kebaikan, seluruh kebaikan di atas langit dan bumi dg Asmaul HusnaNya. Yang Memiliki kita dan yang akan Mengambil kita kembali padaNya, kapanpun Allah mengiinginkannya..

Lalu, apakah yang telah kita lakukan dengan hari-hari kita, hingga detik saat kita masih diberi kesempatan menghirup nafas pemberianNya? Hingga detik berlalu, menit  dan jam berganti, hari dan bulan berlalu, tahun berganti..sampai titik usia saat ini? Di titik usia seperempat abad ini, berikanlah kami hati dan jiwa yang bersih untuk bisa lebih baik dari kemarin, berikanlah petunjuk dengan cahaya di hati kami.. Ya Allah, jadikan yang terbaik dari usia kami adalah di akhir usia kami, hari di saat kami menghadap-Mu. Amin

                Bila waktu tlah memanggil, teman sejati hanyalah amal

   Bila waktu tlah terhenti, teman sejati tinggallah sepi….

  (Lyric lagu : Opick – Bila Waktu tlah berakhir) yang penuh makna untuk ku

 

@t the end 2009, February after dhuhur time, Masjid Al Amanah- Sunter

“Bukan maksudku menunggu. Tapi sampai sekarang aku masih tak beranjak dari tempat terakhir saat kau tinggalkan pergi…”

Status YM seorang sahabat yang kubaca siang tadi. Waktu lagi mengantuknya kerja dan melihat status itu, hmm..dalam sekali, dan aku hanya bisa tersenyum, tersenyum, dan sebaris kalimat itu mampu melenyapkan rasa kantuk yang menyerang.

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta

Ku tanyakan pada sahabat yang bersangkutan. Nggak koq yah, kan aku tidak bermaksud menunggunya. Cuma gimana ya ? ya gitu deh pokoknya, tau sendiri kan? Masih tak berani melangkah kemana-mana, Karena jauh di hati yang paling dalam, tanpa di sadari pun, masih ada sisa-sisa masa lalu. Bukan berarti tak berusaha untuk melangkah ke depan, bukan berarti tak berusaha tegas dan kejam pada lemahnya hati, hanya semuanya butuh waktu dan waktu. Tak bisa berkompromi dengan waktu, mau berapa bulan ataukah tahun, tergantung banyak faktor juga. (I don’t know.., karena pengalaman tiap orang beda-beda). Ada yg masih susah beranjak dari keadaan hari lalu, ada yang pelan-pelan bangkit jatuh dan bangun lagi, tapi ada juga yang lebih mudah melangkahkan kakinya.

Mungkin kami masih jauh dari proses yang benar, jauh dari tuntunan yang seharusnya. Kami kadang masih dibutakan perasaan tak menentu yang mampu memporak-porandakan pikiran dan logika seseorang. Kadang kami hilaf, kemudian tersadar lagi. Kalau saja boleh meminta, tak hendak kami memintanya terulang lagi, sekali saja lagi untuk yang terakhir…

Ya Allah, tak ada artinya semua tanpa CintaMu..Pemilik Cinta Tertinggi di atas segala-galanya..Berikanlah kami cahaya yang bisa menerangi hati kami, yang bisa menenangkan dan menentramkan hati kami. Berikanlah kami setitik cahaya agar kami bisa memilih mana yg baik dan mana yg tidak boleh, Berikanlah cahaya yang mengantarkan kami bertemu dan berkumpul dg orang-orang yang Engkau berikan cahaya juga, agar pantulan cahaya mereka merasuk ke hari kami dan berikanlah cahaya yang menuntun kami bertemu dg MU, Sang Pencipta dan Pemberi Cahaya..morning_dew1

Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya. Di dalam ucapanku cahaya.

Jadikanlah pendengaranku cahaya. Jadikanlah pada penglihatanku cahaya.

Jadikanlah  dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya.

Jadikanlah dari atasku cahaya dan dari bawahku cahaya

Ya Allah berikanlah kepadaku cahaya dan jadikanlah aku cahaya (HR. Muslim & Abu Dawud)

 

get the idea @t Jkt, 11-03-09, 14.00 WIB

Perkenalan pertama dengan beliau, sosok yang sederhana dan cukup friendly. Dari cara berjilbab nya yang rapi, awalnya memberikan kesan agak kaku kalau diajak bercanda. Tapi setelah beberapa kali berinteraksi ternyata beliau teman cerita yang asik dan rame juga. Mungkin juga tergantung cara kita memancing topik pembicaraan J

Profesinya adalah pengajar tahsin, baca alqur’an dengan memperhatikan bacaan nya, baik panjang pendek (Mad), makhraj, sifat huruf, hukum bacaan (tajwid), hingga bacaan khusus missal ghorib, saktah dll. Beliau bekerja di salah satu lembaga bimbingan al qur’an dan tahfiz di daerah Jakarta Timur. Tetapi karena beliau belum berkeluarga, maka diberikan amanah untuk mengajar keliling ke tempat muridnya, bukan di tempat lembaganya. Jadi istilahnya bilal, guru yang mendatangi murid2nya. Mengajarnya sesuai waktu perjanjian si murid tersebut. Ada yang dating ke rumah per minggu, ada yang berkelompok misalnya seperti ibu-ibu di department bea cukai.

Membayangkan transportasi beliau dengan bus dan rute angkot di Jakarta, maka butuh waktu yang tidak sebentar untuk mencapi rumah muridnya, dan juga letih yang telah diabaikannya. Selain niat mencari rizqi Allah, sesungguhnya ada nilai ibadah yang begitu besar di sana, karena dia telah mengajarkan cara baca Al Qur’an yang benar seperti apa. Kadang beliau bercerita kalau yang diajar masih muda tidak begitu ada masalah, karena masih punya semangat yang tinggi. Tapi kalau ibu-ibu, biasanya mereka agak malas dan lupa. Trus kalau anak kecil, harus penuh kesabaran karena mesti diajakin main dulu baru mau belajar, hehe.

Di sela-sela aktifitasnya mengajar, beliau juga masih terus belajar di murobbi nya di lembaga itu, sekalian tahfiz, sudah juz 29 dan 30 yang dihafal. Subhanallah…

Beliau lulusan setingkat SMA kalau tidak salah..dan ingin sekali mengajar di sekolah islam..Cuma kendalanya adalah syarat pendaftaran lulusan S1 dan bisa bahasa Arab..

Sebuah keinginan yang selalu diucapkannya dengan penuh semangat… (ku dengar dengan berbinar juga, semoga suatu saat mimpi nya terwujud)

Untuk belajar bahasa Arab kendalanya adalah waktu yang belum ada jika harus masuk lembaga khusus untuk belajar itu… (hmm…memang gak bisa klo bljr sendiri, hrs ada gurunya, jadi merindukan saat2 belajar kosakata dan angka di Arrahman..kenapa semua ilmu itu hilang tak berbekas dr ingatan? Apakah karena begitu banyak salah dan dosaku ya Rabb)

Beliau bercerita klo dulu SMA belum pakai jilbab dan masih gaul banget.

                Mbak, koq bisa perubahannya cepet gitu? Saya koq lama dan mb koq bisa drastis bngt, dari yang pakaian terbuka bngt jadi tertutup rapi?..(hihi jadi malu)

Itulah kalau Allah sudah memberikan hidayah, tapi sekali lagi hidayah tdk dating dengan sendirinya, tapi harus kita usahakan, cari dan kita kejar. Sebenarnya ada yang lebih sulit lagi adalah fase mempertahankan suatu keadaan (istiqomah), yang harus lebih baik dari sebelumnya.

                Jangan salah, kita tak pernah tau ..kita akan bagaimana bsk, lusa, tahun depan dan meninggal dalam keadaan bagaimana? Apakah masih tetap dalam keadaan beriman atau sebaliknya (naudzubillahi mindzalik)..Sehingga dalam doa-doa kita seharusnya tak pernah lupa meminta agar nikmat islam, iman tak pernah hilang dari kita, dan kita meningggal dalam keadaan beriman kepadaNya..dalam keadaan khusnul khotimah.

Salah satu ceritanya untukku dan nasehatnya siang itu, entah kenapa sehabis dia mencicipi masakan sederhana yang ku masak tadi pagi, beliau bercerita ttg teman-temannya. Beberapa temannya sedang mengeluh dan bertanya-tanya kenapa mereka sampai usia 29 dan 30 thn, belum dipertemukan dengan belahan hatinya. Sekali lagi masih ada yang berkata : telah melakukan sholat dan berdoa terus, tapi kenapa belum diijabah oleh Allah.

                Astaghfirullah., mungkin mereka khilaf saat mengucapkan itu. Tak ada hubungan antara kita melakukan ibadah sholat, puasa dll dengan belum dikabulkannya apa yang kita minta. Ibadah adalah wujud pengabdian, kewajiban dan kebutuhan kita kepada Sang Pencipta. Ibadah ya harus dilakukan, sebaiknya tak diembel-embeli, aku kan sudah melakukan ini, itu, tapi kenapa Allah belum memberikan yang kuminta.

Ya sudah..lakukan ibadah kita sebaik mungkin dan terus berdoa. Masalah dikabulkan atau tidak itu urusan dan hak mutlak Allah. ..Pernah baca kalau doa kita itu ada 3 kemungkinan :

1.       Dikabulkn saat ini oleh Allah

2.       Sedang ditunda, dan akan dikabulkan nantinya

3.       Tidak diijabah, tapi akan diberi yang lain, ganti yang lebih baik

Kemudian beliau menasehati ke teman2nya itu, mungkin kita nya yang belum maksimal dlm beribadah atau cara kita meminta yang masih salah. Bagaimana dengan sholat kita, apakah sudah tepat waktu saat adzan dikumandangkan, ataukah kita termasuk orang2 yang suka menunda sholat, menyepelekan dan suka membuat keringanan sendiri?…(tanggung masih ada kerjaan, macet, di jamak saja dll)

Kalau salah satu indicator itu saja kita masih lalai, maka marilah diperbaiki. Karena klo panggilan Allah saja kita tunda, maka wajar klo Allah masih menunda permintaan kita kan?

Next, cara kita meminta…Mulailah dengan urutan yang benar, tata cara berdzikir yang sudah dicontohkan. Misal mulailah dengan alfatihah, ayat kursi, istighfar, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, sholawat..mohon ampun, memuji kebesaran Allah, bersyukur atas semua nikmat dan karuniaNya..berdoalah untuk orang lain, keluarga, sahabat, saudara2 kita..baru yang terakhir adalah special doa untuk kita sendiri.

Terus di penutup siang itu, prinsipnya adalah carilah yang bisa menutupi kekuranganmu dan sebaliknya kamu bisa mengisi kekurangan dia.

Kembali lagi bahwa tiap orang punya kekurangn dan kelebihan masing, itulah makanya tujuan dipasang2kan, untuk saling mengisi dan melengkapi. Tak perlu banyak criteria dan syarat, tak perlu muluk-muluk, tak perlu yang bisa ini dan itu.  (..hmm yg bisa menerima kita apa adanya, sebagai satu paket yang punya kelebihan dan kekurangan..mungkin itulah arti memahami, bukan hanya menuntut dan seabrek syarat terlalu tinggi yang susah dipenuhi oleh seseorang). Cukup criteria utamanya saja, yg bnr2 tentang aqidah atau tujuan hidup dia misalnya, yang lain terimalah apa adanya, itu bisa dibangun bersama)

Thx mbak..atas nasehat nya, terimakasih untuk sharing dan pengalamannya..smoga Allah memberikan yang terbaik untuk mbak J. Dan untuk saya juga ..Amin

Written by yg msh trs belajar memahami semuanya

 @t  Jkt, 7 Maret 2009, 23.55 pm

Sore kemarin selepas Ashar, hujan turun deras, karena belum bisa balik ke kantor, akhirnya duduk2 dulu di emperan masjid. Kali ini tidak melamun, karena tidak ada bahan yang dilamunkan. Kulihat masjid mulai ramai, karena tiap Kamis sore ada pengajian di sini.

Sepasang suami istri dan anak-anak mereka. Mereka terlihat berbeda. Entahlah yang datang ke pengajian itu dari segi penampilan sudah sangat beda dg kalangan biasanya. Yang akhwat memakai baju panjang serba hitam, gamis dan jilbab hitamnya tak kalah panjang dengan baju mereka. Belum lagi sebagian besar malah ada yang memakai cadar hitam. Anak-anak yang ikut masih kecil dan jumlahnya banyak, mungkin tiap keluarga membwa 2/3 lebih anak kecil yg jarak antara anak gak beda jauh.

” Mungkin saat mereka melihatku terbersit di hati mereka. Mbaknya jilbabnya kecil sekali”. Meski tak diungkapkan lewat kata, kadang tatapan-tatapan itu seolah menghakimiku. Tatapn dari atas ke bawah…(whatever lah..)

Jam 17.30 ingin pulang cepat dan mampir lagi ke masjid biar bisa tahu penasaran juga apa sih isi pengajian mereka. Ada saja dari dulu halangannya, gak jadi2. Saat mau shutdown,  tertunda karena ada bugs masuk, ya tertunda lagi karena ada problem di kerjaan.

Pukul 18.05 mendekati magrib, ku langkahkan kaki ke masjid, masih ada pengajiannya cuma sepertinya hampir di tutup. Ramai oleh orang itu, mungkin salaf kali ya. Ku dengarkan sebentar. Isinya gak ada macem2, pembahasan tentang sholat. Ku dengarkan …nothing special..maksudku sebenarnya tidak ada yang menyimpang sejauh ini. Tapi bukan berarti ikut2an dg mereka.

Adzan magrib dikumandangkan dan ikut berjamaah bersama mereka. Tidak ada yang pakai mukena, karena pakaian dan jilbab mereka juga sudah seperti mukena.

“Aku tidak peduli dengan anggapan mereka, karena dalam sholat berjamaah tdk memandang golongan manapun”.

Sujud dan rukuk sang imam cukup lama..Ini yang membuatku malu. Mereka itu sangat menegakkan Al Qur;an dan Shunnah. Berpegang teguh pada keduanya. Dan semangat mereka menuntut ilmu cukup besar, sayangnya kenapa mereka hanya menuntut ilmu /pengajian bersama kelompok mereka saja, tidak membaur dengan yang lainnya.

Dengan keeksklusif-an mereka, maka akan cukup sulit untuk membaur dan masuk ke masyarakat, apalagi masyarakat awam. Mereka akan terlihat aneh dan dipandang sebuah aliran yang menakutkan.

Begitu salam diucapkan..antara mereka saling bersalam-salaman. …aku hanya diam, karena termasuk yang tidak di ajak bersalaman. Mungkin aneh karena pakai mukena warna-warni :)

Barisan mereka buyar dari masjid. Aku masih duduk terdiam di sana. Tak terbendung sebuah rasa ..Ya Allah mungkin aku jauh dari sifat2 baik mereka, dari segi pakaian yang sempurna, dari segi ilmu2 yang lain. ..

Setidaknya muncul semangat kalau tak boleh kalah dengan mereka dalam menuntut ilmu ..dan beribadah padaMu. Yang tau isi hati seseorang adalah Engkau..berikanlah kami pakaian ketaqwaan itu Ya Allah..agar kelak saat menghadapMu kami termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa kepadaMu

« Previous PageNext Page »